Categories: NASIONALPOLITIK

Gelar Deklarasi, Ini Rekomendasi Kowani soal Affirmative Action Perempuan di Politik

MONITOR Bogor – Kepala Pusat Pendidikan Konstitusi dan HAM Mahkamah Konstitusi, Budi Djohari, resmi menutup kegiatan Sosialisasi Peningkatan Pemahaman Hak Konstitusional Warga Negara bagi pengurus dan Anggota Kongres Wanita Indonesia (Kowani) siang ini, Kamis (02/11).

Pada kesempatan itu, Budi mengucapkan rasa syukurnya karena bisa menjalin kerja sama dengan organisasi besar yang menaungi 91 organisasi wanita dan 34 BKOW seluruh Indonesia.

"Kami berharap ilmu yang diperoleh empat hari tiga malam ini bisa disosialisasikan di daerah dan organisasi masing-masing peserta, khususnya terkait hak dan kewajiban serta tanggungjawab konstitusi sebagai warga negara," ujarnya saat memberikan sambutan di Gedung Pusat Pendidikan Pancasila dan Konstitusi, Cisarua.

Tak kalah pentingnya, agenda penutupan ini diakhiri dengan sesi deklarasi dan rekomendasi Kowani kepada para pemangku kepentingan. Diantaranya Pemerintah, Dewan perwakilan Rakyat (DPR), Mahkamah Konstitusi (MK) serta masyarakat Indonesia.

Berikut ini poin-poin rekomendasi terkait Affirmative Action bagi perempuan di bidang politik yang diajukan Kowani, sebagai berikut:

Rekomendasi untuk Pemerintah

Pertama, Kowani mendorong penyelenggara Negara, KPU dan Bawasu untuk bekerja professional dan berwawasan gender. Kedua, perlu menyelenggarakan pelatihan atau sosialisasi program pendidikan politik di semua instansi pemerintahan tentang pentingnya peran politik perempuan untuk kemajuan bangsa. Ketiga, perlu memasukkan materi gender dalam kurikulum  pendidikan.

Rekomendasi untuk DPR

Pertama, Kowani mendorong Affirmative Action bagi perempuan dalam  peraturan perundang-undangan. Kedua, Kuota untuk 30% Caleg perempuan menjadi 30% Aleg Perempuan

Rekomendasi untuk Mahkamah Konstitusi

Adapun rekomendasi untuk Mahkamah Konstitusi, Kowani berharap MK secara kontinyu memberi sosialisasi mengenai hak konstitusional kepada Perempuan khususnya terkait dengan hak politik.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Terakhir, Kowani meminta masyarakat selalu melakukan pemantauan terhadap kinerja anggota legislatif (Aleg) agar tetap mempunyai integritas dan solidaritas serta tetap komitmen menjaga kepercayaan masyarakat di dapilnya. Selain itu, Kowani mendorong masyarakat berpartisipasi aktif dalam 'Politik' serta mendorong Tokoh Agama, Tokoh Adat dan semua unsur masyarakat untuk mendukung partisipasi politik perempuan.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam…

5 jam yang lalu

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

24 jam yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

2 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

2 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 hari yang lalu