Categories: NASIONAL

Ada Aturan Mengganjal, Gerindra Desak Revisi UU Ormas

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Riza Patria menyatakan UU Ormas harus segera direvisi. Mengingat, UU yang baru disahkan pada Rapat Paripurna 24 Oktober lalu masih menuai pro dan kontra.

Riza menyatakan, ada sejumlah aturan yang masih janggal diantaranya mengenai tafsir tunggal, peran yudikatif, tahapan sanksi, serta hukuman yang berlebihan.

"Tafsir tunggal itu dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Mereka bisa memberikan sanksi hingga pembubaran terhadap Ormas hanya melalui tafsir sepihak. Kalau pun Ormas diberikan kesempatan melakukan gugatan melalui PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara), tapi posisinya sudah bubar, sehingga sulit memenangkan gugatan," ujar Riza.

Politisi Gerindra ini menyatakan, pada UU No 17 tahun 2013 tentang Ormas sudah mengatur bahwa ormas yang dinilai melakukan pelanggaran akan diberikan peringatan dan proses pembubarannya melalui proses hukum di Pengadilan Negeri dan dapat mengajukan banding.

Akan tetapi dalam Perppu Ormas, kata Riza, proses hukum di pengadilan tersebut dipangkas, sehingga pemerintah dapat menafsir sendiri dan memberikan sanksi hingga membubarkan Ormas.

"Peran Yudikatif ini yang kami usulkan untuk dikembalikan, pada revisi Perppu Ormas," ujarnya.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam…

9 jam yang lalu

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

1 hari yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

2 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

3 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 hari yang lalu