Categories: NASIONALPOLITIK

Poin Penting Revisi UU Ormas yang Diharapkan Demokrat

MONITOR, Jakarta – Meskipun telah disahkan menjadi Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas) ketika sidang paripurna yang digelar DPR bersama pemerintah beberapa waktu lalu. Namun, ada beberapa fraksi di DPR yang ingin revisi Undang-Undang tersebut.

Salah satunya adalah fraksi Demokrat yang telah menyerahkan naskah akademik  revisi UU Ormas ke Kementerian Dalam Negeri. Usai menyerahkan naskah akademik, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyerahkan ‎pola revisi UU Ormas, kepada kepada fraksi Demokrat di DPR RI.

"‎Tentang bagaimana polanya nanti ke depan kami serahkan ke Demokrat di DPR RI, khususnya di Komisi II," ujat Hinca kepada wartawan, Jakarta, Selasa (31/10).

Usulan revisi yang diinginkan Demokrat ini, kata Hinca juga telah diketahui Presiden Joko Widodo. Ia pun berharap ada output yang positif dari pembahasan revisi UU Ormas ini.

"Kemarin setelah presiden bertemu dengan Pak SBY juga sudah disampaikan substansi revisi UU Ormas itu. Sebelum kami berkomunikasi dengan Kemendagri, kami juga berkomunikasi dengan Mas Pramono Anung (Seskab). Beliau sudah kami sampaikan informasinya," jelas Hinca.

Sementara, untuk poin penting revisi UU Ormas yang diinginkan Demokrat. Diantaranya, soal kewenangan menentukan ormas yang dianggap anti-Pancasila tidak boleh ditentukan oleh Mendagri dan Menkum HAM.

Selain itu, Demokrat juga menginginkan proses pembubaran ormas yang dinilai anti-Pancasila harus melalui peradilan agar tidak terjadi kesewenang-wenangan. Kemudian sanksi yang diberikan terhadap ormas yang melanggar tak perlu menjerat seluruh anggotanya.

Sepertu diketahui, penyerahan draf revisi ini dihadiri Kepala Divisi Komunikasi Partai Demokrat, Imelda Sari; Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi Demokrat, Fandi Utomo; dan Komunikator Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Adapula dari pihak Kemendagri diwakili oleh Dirjen Polpum, Soedarmo; Direktur Ormas Kemendagri, La Ode Ahmad.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam…

13 jam yang lalu

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

1 hari yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

2 hari yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

3 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

3 hari yang lalu