MONITOR, Beijing – Badan Siber China (CAC) di Beijing pada 30 Oktober kemarin menerbitkan dua aturan baru yang memperketat sistem manajemen layanan berita dalam jaringan.
Salah satu regulasi ini adalah kewajiban pengelola jasa layanan berita daring untuk memberikan pelatihan dan penyeliaan terhadap staf mereka, tulis China Daily, Selasa (31/10) seperti dilansir Antara.
Aturan CAC itu menegaskan bahwa pelatihan teori neo-Marxisme harus diperkuat.
Lembaga yang berwenang mengatur penggunaan internet di daratan China ini juga akan mempersiapkan sistem manajemen penyuntingan berita daring yang di dalamnya mencakup berita-berita masuk dalam daftar hitam.
Aturan lainnya mengenai mekanisme evaluasi keamanan terhadap penggunaan teknologi baru oleh penyedia jasa layanan berita daring sehingga pihak penyedia jasa wajib melakukan evaluasi sebelum mengenalkan teknologi atau aplikasi baru pada platform mereka.
CAC juga menerapkan kebijakan keamanan informasi. Kedua aturan baru itu berlaku efektif sejak 1 Desember 2017.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sedang menyusun Peraturan Menteri (Permen)…
MONITOR, Sumedang — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) menjalin kerja sama dalam pengembangan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia jelang…
MONITOR, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman bersama Wakil Menteri…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi…
MONITOR, Jakarta - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak semata-mata dipicu oleh…