Categories: BISNISEKONOMI

Alasan Pertamina Tak Prioritaskan Bisnis di Luar Negeri

MONITOR, Jakarta – External Communication Manager PT Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, Indonesia memiliki wilayah dengan jalur distribusi terumit di dunia. Untuk itu pihaknya menggunakan seluruh moda transportasi mulai darat, laut hingga udara.

Hal itu ia ungkapkan sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan terkait eksistensi Pertamina di luar negeri. Ya, acap kali publik bertanya, mengapa Pertamina tidak bisa seperti perusahaan energi asal luar negeri yang bisa melebarkan sayap hingga membangun SPBU di Indonesia.

“Indonesia ini adalah zona distribusi terumit di dunia, karena ini adalah negara kepulauan yang itu tidak ditemukan oleh pelaku bisnis energi dimanapun,” kata Arya dalam diskusi “Tata Kelola Migas Untuk Kedaulatan Energi” yang diselenggarakan oleh media MONITOR, Kamis (26/10).

Arya tidak memungkiri, bahwa dalam beberapa tahun terakhir bermunculan pelaku bisnis BBM dari dalam maupun luar negeri, namun mantan Corporate Secertary PT Pertamina Lubricants itu menegaskan, tidak ada yang memiliki kemampuan seperti Pertamina untuk masalah distribusi di negara maritim.

“Saya ilustrasikan bahwa tanggung jawab ini tidak mudah, bahwa semua moda transportasi kita gunakan. Jadi untuk yang di Jakarta mungkin membayangkan mudah saja, karena gampang menemui SPBU, tapi coba kita bergeser ke timur Indonesia, ke pelosok masuk wilayah 3T itu tidak semudah yang dibayangkan,” terang Arya seraya menerangkan bahwa Pertamina, sebagai perseroan akan terus berkomitmen mendistribusikan energi ke seluruh Indonesia.

Kendati demikan, lanjut Arya, Pertamina juga memiliki grand strategi untuk menjadi perusahaan kelas dunia, salah satunya sepeti yang dilakukan oleh anak perusahaan PT Pertamina Internasional EP dan Pertamina Lubricant. “Di sektor hulu kami melakukan ekspansi di dalam maupun di luar negeri, mungkin salah satu ilustrasinya adalah yang dilakukan Pertamina EP, kita melakukan upstream oil dan gas di wilayah Alzeer.”

“Kemudian ada pertahanan market sharee di luar negeri, mungkin bapak-bapak sudah familier dengan Fastron dan Enduro, yakni produk pelumas Pertamina yang sudah melakukan ekspansi ke 14 negara. Jadi kalau dipertanyakan ‘apakah ada eksistensi Pertamina ada di luar negeri?’ Jadi jawabannya kita hadir. Bahkan sampai Jepang, Eropa dan Amerika itu eksistensi kita ada di 14 negara,” pungkasnya.

 

Recent Posts

Rektor UIN Jakarta: Pengamanan Aset TKIP-SDIP Pamulang Adalah Mandat Negara, KBM Dijamin Aman

MONITOR, Tangerang Selatan – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama tim kuasa hukum menggelar konferensi pers…

47 menit yang lalu

Jelang Muktamar NU ke-35, JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro di Tambakberas

MONITOR, Jombang – Ribuan jamaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas,…

3 jam yang lalu

Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

MONITOR, Bangkok — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…

10 jam yang lalu

Gerak Cepat Usai Arahan Mentan Amran, SBM Kini Lebih Terjangkau bagi Koperasi Peternak

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman…

12 jam yang lalu

Kemnaker Tegaskan Sinergi dengan ILO Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Bangkok – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan International Labour Organization…

1 hari yang lalu

Dalam Sepekan, Arahan Mentan Amran Jadi Langkah Konkret Lindungi Peternak Ayam Ras Petelur

MONITOR, Jakarta – Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman…

1 hari yang lalu