MONITOR, Los Angeles – Setiap tahun negeri Paman Sam mengimpor apparel dan aksesori tenun senilai lebih dari USD 37 miliar. Sementara saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-4 dunia sebagai negara pengekspor fashion apparel tenun ke AS. Sedangkan China, Vietnam, dan Bangladesh menempati posisi tiga besar.
Pangsa pasar Indonesia untuk AS juga mengalami tren peningkatan positif selama tiga tahun terakhir, yaitu dari 5,77% pada tahun 2014, meningkat menjadi 5,93% pada tahun 2015, dan berhasil mencapai 6,03% pada tahun 2016. Hal ini disampaikan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles, Antonius A. Budiman.
"Tren peningkatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan para pengrajin Indonesia sehingga ikat dari Indonesia dapat semakin dikenal dalam perkembangan mode di AS," ujarnya.
Melalui ajang Explore Indonesia 2017, Indonesia ingin memadukan kerja sama antara ITPC Los Angeles, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, dan Indonesian Women Alliance (IWA).
Antonius berharap kerja sama yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut untuk semakin memantapkan eksistensi ikat Indonesia di pasar AS. Selain promosi ikat, Explore Indonesia 2017 juga memperkenalkan ragam kreasi teh Indonesia ke warga AS.
