Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

3 Tahun Era Jokowi-JK, Ini Paparan Kinerja Menteri Susi

MONITOR, Jakarta – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) telah berlangsung selama tiga tahun. Sejumlah Menteri Kabinet Jokowi-JK turut melaporkan kinerjanya masing-masing.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti memaparkan sejumlah dampak positif kepada nelayan dari perang melawan praktik penangkapan ikan "illegal fishing" yang dilakukan selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK.

Dalam paparannya, Menteri Susi menjelaskan melalui penenggelaman kapal pencuri ikan, stok sumber daya ikan terus meningkat dari 6,52 juta ton pada 2011 menjadi 12,54 juta ton pada 2016.

"Hasil dari perang melawan illegal fishing, stok ikan naik dari 6,5 juta ton menjadi 7,3 juta ton (2013), kemudian tahun kemarin mencapai 12,5 juta ton," kata Susi di Jakarta, Rabu (18/10).

Menteri Susi mengatakan, hampir di seluruh kawasan perairan tangap di Indonesia dikuasai nelayan-nelayan asing ketimbang nelayan Indonesia. Kemudian sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemberantasan "illegal fishing" gencar dilakukan.

KKP mencatat sejak akhir 2014 hingga memasuki triwulan akhir 2017, secara keseluruhan Menteri Susi telah menenggelamkan 663 unit kapal pencuri ikan.

Selain stok ikan yang meningkat, pemberantasan illegal fishing juga berdampak pada nilai tukar nelayan dari 104,63 pada 2014 menjadi 111,53 karena hasil tangkapan nelayan yang meningkat juga.

Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) perikanan sebelumnya selalu di bawah rata-rata perekonomian nasional, yakni pada 2015 mencapai 8,35 persen, 2016 mencapai 7,03 persen dan 2017 mencapai 7,08 persen.

Hal lain yang patut diapresiasi, papar Susi, adalah peningkatan konsumsi ikan di masyarakat. Data KKP mencatat konsumsi ikan pada 2014 sebesar 38,14 kg per kapita, kemudian naik menjadi 41,11 kg per kapita pada 2016 dan ditargetkan naik lebih signifikan menjadi 47,12 kg per kapita pada akhir 2017.

"Kalau dikali dengan 250 juta, itu sekitar 1,2 juta ton. Yang kita makan dari ikan baik budidaya maupun tangkap itu sudah 1,25 miliar dolar, ungkap Susi.

Sementara itu, tambah Susi, ekspor perikanan pada 2015 menyumbang sebesar 3,94 miliar dolar AS kemudian naik menjadi 4,17 miliar dolar pada 2016 dan data sementara pada 2017 membukukan pendapatan 2,83 miliar dolar.

Recent Posts

Raih Lisensi IB, Lulusan MAN IC Serpong Makin Mudah Tembus Kampus Top Dunia

MONITOR, Jakarta - Madrasah binaan Kementerian Agama berhasil memperoleh lisensi menjalankan kurikulum International Baccalaureate Diploma…

30 menit yang lalu

PBHI Tolak Pengadilan Militer dalam Kasus Andrie Yunus

MONITOR, Jakarta - Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) menyatakan mosi tidak…

1 jam yang lalu

Menahan Badai Krisis Ekonomi 2026

Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Hadirnya pelemahan rupiah atas mata uang dollar Amerika Serikat (AS)…

3 jam yang lalu

Wamen UMKM Luncurkan ACCES 2026, Perluas Akses Pendanaan Pengusaha Menengah

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali meluncurkan program ACCES (Accelerating…

5 jam yang lalu

Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan Program Magang Nasional menjadi bagian dari upaya…

7 jam yang lalu

Wujudkan Ekosistem Layanan UMKM Terpadu, Aplikasi SAPA UMKM Diluncurkan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian PPN/Bappenas melakukan soft launching…

19 jam yang lalu