MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai jika keputusan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa untuk maju dalam Pilkada Jawa Timur 2018 bakal meramaikan pesta demokrasi yang berlangsung setiap lima taun sekali tersebut.
Ujang pun yakin, langkah Khofifah mengikuti Pilkada Jatim 2018 nanti bakal mengalahkan kandidat yang lain. Oleh sebab itu, peluang kemenangan bagi Menteri Sosial itu akan semakin besar.
"Dengan majunya Khofifah sebagai calon Gubernur Jatim maka pertarungan akan semakin seru.
Karena peluang menangnya cukup besar," ujar Ujang Komarudin melalui pesan singkatnya kepada Monitor.co.id. Jakarta, Minggu (15/10).
Selain Khofifah, kata Dosen tetap Al-Azhar itu menyatakan, ada calon kandidat lain yang bisa bersaing dengan perempuan kelahiran Surabaya itu. Salah satunya, calon petahana calon petahana Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf.
"Bisa head to head antara Khofifah dengan Saifullah. Adapun jika ada pasangan lain hanya akan jadi pemanis saja," jelas Ujang Komarudin.
Adapun alasan yang menguatkan Khofifah memenangkan kontestasi Pilkada Jawa Timur mendatang. Selain sudah mendapat dukungan dari beberapa partai politik. Ditambah saat ini Partai NasDem telah resmi mengusung sosok alumni Pascasarjana FISIP UI itu.
"Bukan dari nasdem yang menjadi kuat. Tapi dukungan dari Demokrat. Karena Ketua Demokrat Jatim adalah Soekarwo Gubernur Incumbent yang sekarang. Jadi pengaruh incumbent cukup besar,"
tandas mantan staff DPR itu.
Kendati demikian, jalan terjal juga pernah dihadapi oleh Khofifah yakni harus menerima kekalahan dua kali dalam Pilkada Jawa Timur pada tahun 2008 dan 2013. Tentu hal ini harus menjadi evaluasi proses politik sebelum memastikan benar-benar maju pada Pilkada 2018.
"Betul. Tidak masalah dia maju yang ketiga kalinya. Karena peluang menangnya cukup besar. Karena dulu dia kalah tipis. Terus dia seorang menteri," pungkas Ujang Komarudin.
