Daya Beli Masyarakat Turun, Kebijakan Pemerintah Dinilai Belum Efektif

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan menilai turunnya daya beli masyarakat saat ini disebabkan oleh arah kebijakan ekonomi pemerintah yang kurang efektif. Menurutnya, kebeijakan pemerintah saat ini masih didominasi oleh sektor finansial tak langsung.

“Terakhir, melemahnya daya beli tidak tertutup kemungkinan karena arah kebijakan ekonomi yang belum mampu menciptakan trikcle down effect. Semua masih didominasi oleh sektor finansial tak langsung. Sektor-sektor produktif masih loyo,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/10).

Sebelumnya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkap bukti-bukti konkret, yang menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat saat ini.

Menurut Wakil Ketua Apindo, Suryadi Sasmita, bukti lemahnya daya beli masyarakat tercermin jelas dengan keputusan sejumlah pengusaha yang merumahkan karyawannya. Ada pula yang menggeser status pekerja karyawannnya dari formal menjadi informal, bahkan beberapa perusahaan yang mengurangi jam kerja karyawan.

- Advertisement -

Selanjutnya, fenomena sejumlah pusat perbelanjaan yang memutuskan untuk menghentikan kegiatan operasionalnya alias tutup. Menurut Suryadi, hal ini merupakan bukti jelas bahwa saat ini telah terjadi penurunan daya beli masyarakat di berbagai segmen, terutama di kalangan menengah.

“Glodok, Mangga Dua, yang besar seperti Plaza Senayan banyak yang kosong sekarang,” kata Suryadi.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER