Dinilai Terbelakang, Industri MRO Indonesia Perlu Berbenah Diri

MONITOR, Jakarta – Sektor Industri Maintenance, Repair, Overhaul (MRO) di tanah air dinilai masih terlalu kecil untuk ukuran negara sebesar Indonesia. Bahkan bisa dikatakan kalah jauh dari negara tetangga, Singapura.

Saaat ini sektor MRO Indonesia  hanya dapat melayani kurang dari separuh kebutuhan perawatan pesawat di Indonesia.  Jika kita melihat Singapura, mereka adalah pusat MRO di Asia Tenggara, bahkan Asia secara keseluruhan.

Hal itu dikatakan Pakar dan Praktisi Industri Aviasi, Gerry Soejatman dalam siaran persnya di Jakarta, pada Senin (2/10).

Gerry menuturkan, upaya untuk meningkatkan industri MRO di tanah air sangat penting. Mengingat, untuk menjaga pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia.

- Advertisement -

"Mendukung ekspansi MRO Indonesia sangatlah penting jika kita ingin industri penerbangan kita tetap tumbuh," ungkapnya.

Sebab, sambung Gerry, layanan penerbangan yang baik perlu didukung sektor MRO yang sehat, termasuk ekosistem teknik pesawat dari MRO berkapasiatas kecil dan besar.

"Prediktabilitas dan keandalan layanan penerbangan yang baik memerlukan sektor MRO yang sehat dan juga perkembangan ekosistem teknik pesawat yang terdiri dari MRO berkapasitas kecil maupun besar," imbuh Gerry.

Herry juga menilai, jika industri MRO di tanah air tidak membenahi komunikasi dan transformasi bisninya, maka Indonesia akan terus dipandang sebelah mata dalam sektor aviasi.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER