Categories: NASIONALPOLITIK

Terkait Isu 5000 Senjata Ilegal, Golkar Minta Evaluasi Kebijakan Bebas Visa

MONITOR, Jakarta – Panglima TNI Gatot Nurmantyo mensinyalir adanya pihak-pihak tertentu yang berencana akan memasukan 5000 pucuk senjata api secara ilegal ke tanah air. Kabar ini membuat Sekretaris Dewan Pakar DPP Partai Golkar Firman Soebagyo angkat bicara.

Firman menduga pernyataan Gatot berdurasi 4.10 menit itu disinyalir diambil saat pertemuan silahturahmi para petinggi TNI AD yang juga dihadiri oleh Menko Polhukam Wiranto dan Mantan Wakil Presiden Trisutrisno baru-baru ini di Jakarta.

"Yang lebih mengejukan lagi adalah adanya jendral aktif yang turut serta membantu dan menskenariokan masuknya senjata ilegal dan yang juga membawa bawa nama Presiden RI (Joko Widodo, red)," ujar Firman kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (23/9).

Maka dari itu, Wakil Ketua Baleg DPR RI ini menegaskan agar semua pihak yang bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan negara ini untuk segera mengambil langkah tegas agar tidak terjadi hal-hal yang mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di sisi lain Firman juga meminta agar pemerintah untuk mengevaluasi kembali terhadap kebijakan pemberian bebas visa kepada beberapa negara khususnya negara Tiongkok dengan dalih untuk menarik arus wisata asing ke dalam negeri.

"Yang jelas-jelas berdasarkan evaluasi tidak ada dampak positifnya bagi penerimaan pada negara secara signifikan, dan justru sebaliknya warga Tiongkok yang datang ke Indonesia membuat resah warga masyarakat dan beberapa pemerintah daerah," jelas Politisi asal Pati, Jawa Tengah, ini.

Recent Posts

Mahasiswa Universitas Islam Depok Raih Penghargaan di Ajang International Conference Santri Mendunia 2026

MONITOR - Mahasiswa Universitas Islam Depok, Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Participant…

5 jam yang lalu

Waka Komisi IV DPR: Rehabilitasi Sawah Pascabencana Aceh-Sumatera Harus Jadi Strategi Perlindungan Produksi Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…

9 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Ada Ancaman Hukuman Bagi yang Beri Perlakuan Spesial ke Pelaku Pencabulan Santriwati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…

9 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…

17 jam yang lalu

FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Pascasarjana, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…

17 jam yang lalu

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…

18 jam yang lalu