Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Kepala Daerah kena OTT KPK Lagi, Ini Kata Tjahjo

MONITOR, Medan – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo tidak bosan-bosannya selalu mengingatkan kepada aparatur pemerintah daerah dan jajarannya di Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) untuk menjauhi area rawan korupsi. Ini harus menjadi cambuk agar menghindari perbuatan korupsi. 

Pernyataan tersebut terkait dengan maraknya kepala daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT). Bahkan, Tjahjo kerap meminta KPK untuk bertindak tegas kepada para pelaku korup, siapapun orangnya, apapun jabatannya harus disikat habis. 

"Ya imbuan terus, saya keliling seperti inikan hampir semua provinsi sebagai cara sosialisasi saya datangi semua. Mari kita saling mengingatkan. Saya selalu tegaskan soal area rawan korupsi. Kalau masih ada yang terkena OTT itu kembali ke masing-masing Individunya," kata Tjahjo Kumolo dalam kunjungan kerjanya ke Medan dikutip dari laman Kemdagri.go.id, Sabtu (15/9).

Dari sisi pengawasan, pemerintah kata Tjahjo juga sudah melakukan berbagai upaya peningkatan, mulai dari peningkatan inspektorat maupun integritas dari kepala daerah itu sendiri. Mendagri sendiri kerap berkoordinasi dengan KPK dan BPKP 

Masih adanya kepala daerah yang masih tersangkut korupsi,Tjahjo menilai itu kembali pada integritas dari masing-masing kepala daerah. Dia mempersilakan KPK untuk terus melakukan OTT.

"Ya bagaimana, pengawasannya sudah optimal, instruksi sudah optimal, termasuk diri saya sendiri, termasuk jajaran Kemendagri, wali kota, bupati, gubernur dan DPRD yang merupakan bagian dari Kemendagri. Kami ingatkan area rawan korupsi. Saya kira silahkan KPK untuk terus melakukan OTT ya, saya kira kuncinya kembali kepada individunya," kata Tjahjo.

Dalam kesempatan itu, Tjahyo juga mengapresiasi OTT yang telah dilakukan KPK, sebab diyakininya OTT itu dilakukan berdasarkan data rekaman, sadapan dan OTT dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) KPK.

“Kita juga mendorong KPK agar lebih progresif revolusioner, kepolisian dan kejaksaan juga progresif revolusioner. Untuk perbaikan terus akan kita lakukan. Seperti kepala daerah setiap menang pilkada langsung kami undang ke Jakarta kita buat diklat termasuk istrinya untuk memahami regulasi yang menyangkut area rawan korupsi,” paparnya.

Recent Posts

Ekspansi Bisnis, Bos Plafon Indofon Adit Setiawan Gebrak Industri Wisata Religi lewat Romani Travel

MONITOR, Yogyakarta – Kesuksesan menguasai pasar manufaktur plafon PVC di Indonesia tidak membuat langkah Adit Setiawan…

8 jam yang lalu

Menaker Pacu Talenta Muda Jadi Inovator dan Pencipta Kerja Lewat Talent dan Innovation Hub

MONITOR, Bandung Barat — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pengembangan SDM melalui keterhubungan pelatihan…

10 jam yang lalu

Dialog Ekonomi Biru China–ASEAN di Hainan, Rokhmin Dahuri dorong Sabang jadi Hub Maritim dan Pusat Pertumbuhan Kawasan

MONITOR, Jakarta - Penguatan kerja sama ekonomi biru antara negara-negara ASEAN dan China dinilai menjadi…

12 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Indonesia di Makkah, Pastikan Jemaah Nyaman Jelang Puncak Haji

MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab…

15 jam yang lalu

Dirut Jasa Marga Ungkap Strategi Smart Mobility Lewat Travoy dan Umumkan Top 3 Pemenang Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono tampil sebagai pembicara…

17 jam yang lalu

Yayasan Pendidikan Islam Adzikra dan Bank Mandiri Santuni 140 Siswa Yatama dan Dhuafa

MONITOR, Depok - Yayasan Pendidikan Islam Adzikra berkolaborasi dengan Bank Mandiri Area Depok menggelar kegiatan…

20 jam yang lalu