MONITOR, Jakarta – Radikalisme berbasis agama kian menjadi ancaman bagi setiap elemen bangsa. Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy bahkan menilai jenis radikalisme ini merupakan ancaman paling bahaya di seluruh dunia.
"Kenapa radikalisme berbasis agama seolah-olah sekarang ini menjadi wacana di mana-mana? Karena radikalisme yang paling berbahaya di dunia adalah radikalisme berbasis agama," ucap Rommy, sapaan akrabnya, baru-baru ini.
Politikus asal Sleman ini menuturkan, banyak korban yang tertipu dengan modus radikalisme agama. Sebab, para pelaku menawarkan imbalan berupa iming-iming jaminan surga.
"Ketika orang mendapat imbalan surga, sementara setiap umat beragama tujuan hidupnya adalah surga, maka dia akan mau mengorbankan apa pun. Itulah kenapa tadi saya sampaikan, di Indonesia cara menghadapinya dengan meletakkan Pancasila dan NKRI sebagai kesepakatan sejarah yang bersifat final," ujar Rommy.
Rommy kemudian menjelaskan, pada hakikatnya Islam yang merupakan rahmatan lil alamin, memiliki beberapa ciri. Diantaranya adalah bersifat moderat, mampu merangkul semua golongan, toleran dan seimbang.
"Islam yang merangkul, atau yang sering disebut rahmatan lil 'alamin, dicirikan dengan 4 hal. Pertama adalah moderat (tawassuth), kedua, adil (ta'adul), dia berdiri di atas semua golongan, ketiga adalah toleran (tasaamuh), dan keempat adalah seimbang (tawaazun)," tandas Rommy saat menajdi pembicara di Sosialisasi Komitmen Kebangsaan dan Keutuhan NKRI di lingkungan Kementrian Agama, Palembang, Sumatera Selatan.
MONITOR, Bogor – Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Pamuji Lestari, melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong PT PLN (Persero) untuk memitigasi dampak…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komis IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti informasi mengenai 4.000…
MONITOR, Ciputat – Komnas Haji mempertanyakan dasar hukum, urgensi, serta landasan filosofis dan sosiologis dari…
MONITOR, Jakarta — Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan)…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kepolisian segera menangkap dan memproses…