MONITOR, Yangon – Militan Rohingya, yang melancarkan serangan pada 25 Agustus di Rakhine State Myanmar hingga memicu penindakan keras angkatan darat yang menyebabkan hampir 300.000 minoritas Muslim lari ke Bangladesh, mendeklarasikan gencatan senjata unilateral selama satu bulan.
“Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) dengan ini menyatakan gencatan senjata sementara operasi militer ofensif,” katanya dalam sebuah pernyataan di Twitter dengan akun @ARSA_Official seperti dilansir Antara.
Gencatan senjata itu dilakukan untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan mencapai wilayah yang dilanda serangan.
MONITOR, Jakarta - Transisi Bersih meminta Pemerintah Indonesia tidak menambah kuota produksi nikel pada tahun…
MONITOR, Tangerang - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menyambut kepulangan kelompok pertama Petugas…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta agar pelaku kasus penyekapan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam kembali meminta PT PLN (Persero)…
MONITOR, Jakarta - Berbagai kementerian/lembaga meminta tambahan anggaran untuk program Pemerintah di tahun 2027. Di…
Oleh: Robi SugaraDosen Keamanan Internasional Prodi Hubungan Internasional FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Program Makan…