Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Kosta Rika dukung Indonesia dalam Pencalonan DK PBB

MONITOR, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L. P. Marsudi telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Kosta Rika Manuel Antonio Gonzales Sanz di Jakarta, Minggu (3/9). Kedua Menlu membahas berbagai upaya penguatan hubungan bilateral.

Salah satu bahasan dalam pertemuan adalah pencalonan Indonesia pada DK PBB. "Indonesia menghargai dukungan Kosta Rika atas pencalonan Indonesia sebagai DK Tidak Tetap PBB periode 2019-2020," tutur Retno Marsudi dalam siaran pers yang diterima, Minggu (3/9).

Dijelaskan Menlu Retno bahwa tahun ini kedua negara memperingati 32 tahun hubungan diplomatik. Kunjungan Menlu Gonzales juga dilakukan dalam rangka pembukaan Kedubes Kosta Rika di Jakarta.

Sehingga saat ini, lanjutnya, tercatat 104 Kedubes negara sahabat di Jakarta, termasuk 12 Kedubes dari negara-negara Amerika Selatan dan Karibia.

"Kehadiran Kedubes Kosta Rika semakin mengukuhkan Jakarta sebagai the capital of ASEAN," jelasnya di hadapan media massa.

Pokok kerja sama bilateral yang juga menjadi fokus adalah perdagangan. Trend positif perdagangan kedua negara disepakati untuk terus ditingkatkan. Nilai perdagangan RI-Kosta Rika meningkat hampir dua kali lipat pada tahun 2016 menjadi USD 59,6 juta dibanding tahun sebelumnya yaitu USD 30,2 juta.

"Dengan pembukaan Kedubes Kosta Rika, kami sepakat akan terus memfasilitasi kerja sama ini," demikian kedua Menlu menegaskan dalam pertemuan itu.

Di bidang pendidikan, akan terus digalakkan kerja sama pertukaran pelajar, melalui berbagai peluang beasiswa.

Salah satu fokus kerja sama yang akan terus dikembangkan adalah bidang energi. Kosta Rika merupakan negara yang 99% energinya diperoleh dari tenaga hidro dan panas bumi yang dapat diperbaharui.

Di bidang pembangunan infrastruktur, Indonesia, kata Menlu Reto, menawarkan kepada Kosta Rika produk industri strategis nasional, khususnya produk kereta api PT. INKA. 

Terkait hubungan dengan ASEAN, Kosta Rika berkomitmen untuk mempererat kerja sama people to people contact. Sebagai langkah awal, Kosta Rika akan menjajaki kerja sama pertukaran mahasiswa/beasiswa degree program antara universitas di Kosta Rika dan ASEAN.

Mengenai isu-isu global, Indonesia dan Kosta Rika sepakat mempererat kerja sama pada isu yang menjadi kepentingan bersama, di antaranya perlucutan senjata nuklir, perubahan iklim, family farming, dan kerja sama regional melalui FEALAC.

Kosta Rika merupakan mitra penting bagi Indonesia di kawasan Amerika Tengah dan Karibia. Dengan GDP sebesar USD 57,4 miliar, Kosta Rika merupakan kekuatan ekonomi terbesar ke-2 di Amerika Tengah dan ke-11 di Amerika Latin. 

Kosta Rika dikenal sebagai negara yang maju dalam penggunaan clean energy. Lebih dari 90% kebutuhan energi Kosta Rika dipenuhi dari energi baru dan terbarukan, dengan 60% di antaranya dipenuhi dari energi air dan 15% lainnya dipenuhi dari energi panas bumi.

Recent Posts

100.000 Jemaah Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Wujud Syukur atas Kemerdekaan Indonesia

MONITOR, Jakarta - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu malam, 1…

4 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa untuk Perluas Peluang Kerja

MONITOR, Yogyakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kemampuan…

23 jam yang lalu

AAWC 2026, Prof Rokhmin dorong Kerja Sama Asia-Pasifik Perkuat Ketahanan Air dan Adaptasi Perubahan Iklim

MONITOR, Vientiane, Laos – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

1 hari yang lalu

Tegas, Kemenhaj Ancam Cabut Izin Hingga Pidanakan Travel Nakal Penelantar Jemaah

MONITOR, Medan - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi para…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan

MONITOR, Medan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat upaya pemulihan ekonomi…

2 hari yang lalu

Waka Komisi IX DPR Soal Putusan MK: MBG Harus Terus Berkelanjutan Demi Investasi SDM Unggul RI

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi…

2 hari yang lalu