MONITOR, Jakarta – Pengamat Pendidikan Doni Koesoema menegaskan bahwa masyarakat selama ini telah salah paham terkait kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang digagas Kementerian Pendidikan dan Nasional (Kemendiknas).
Doni menyatakan, istilah Full Day School atau Lima Hari Sekolah tidak pernah ada. "Jadi sebenarnya, saya tegaskan tidak ada itu yang namanya Sekolah Lima Hari atau Full Day School. Yang ada itu program Penguatan pendidikan Karakter atau PPK," tegas Doni dalam sesi diskusi publik bertema "tantangan dan Peluang 5 Hari Sekolah (FDS)?" di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (30/8).
Miskomunikasi yang terjadi selama ini, kata Doni, jelas membuat publik semakin kisruh hingga kesalahpahaman terjadi dimana-mana.
Untuk itu, Doni menyatakan perlu adanya kolaborasi antara lembaga pendidikan dan media untuk mengklarifikasi kebijakan tersebut.
"Dalam konteks ini, kita ingin ada kolaborasi lembaga pendidikan dengan media. Masalah komunikasi, Kemeterian terkait sudah bagus saya kira. Nah ini media yang seharusnya tidak mencetuskan istilah-istilah yang membuat publik gempar," tegasnya.
Perlu diketahui, kebijakan PPK ini sudah disosialisasikan Mendiknas Muhadjir Effendi ke sejumlah sekolah dan tokoh masyarakat. Akan tetapi masih ada gejolak di daerah tentang kebijakan tersebut.
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekanankan pentingnya antisipasi untuk mencegah Indonesia menjadi…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memimpin pembukaan masa sidang DPR RI. Saat…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyoroti kelangkaan Bahan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat langkah transformasi industri nasional melalui pengembangan dan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah memberi ketepatan dan kecepatan informasi…