Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Karnaval Revolusi Mental Ajak Masyarakat Hidup dalam Keberagaman

MONITOR, Surakarta – Ratusan peserta dan penonton Karnaval Revolusi Mental memenuhi Jl. Jend. Sudirman atau tepatnya di depan Benteng Vastenburg, Kota Surakarta, di hari Minggu ini. Karnaval Revolusi Mental ini adalah bagian dari rangkaian Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2017. Karnaval menempuh rute dari Sriwedhari dan berakhir di depan Benteng Vastenburg.

Berbagai penampilan kesenian disuguhkan dalam acara Karnaval Revolusi Mental. Sesekali Peserta Karnaval berhenti sejenak dan menampilkan atraksi dengan disaksikan oleh Wali Kota Solo, Wakil Wali Kota Solo, Plt Deputi V Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri. Para peserta yang terdiri dari kota dan kabupaten di Jawa Tengah, BUMD, serta dinas-dinas yang ada di Kota Surakarta mengambil tema-tema unik dalam karnaval ini. Salah satu tarian yang paling unik adalah 'Tari Sapu' yang dipersembahkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dan merepresentasikan kerja bersama dalam menjaga lingkungan di Kota Surakarta.

Karnaval Revolusi Mental ditutup oleh tarian kolosal yang berpesan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik itu mungkin untuk dilakukan, asalkan individu-individu yang ada di masyarakat mau berubah ke arah yang baik. Pertunjukan ini sukses mengundang antusiasme masyarakat yang menyemut sepanjang rute karnaval.

“Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan keragaman budaya. Keragaman ini justru merupakan salah satu instrumen penguat persatuan menuju Indonesia yang kuat, berkedaulatan, dan mensejahterakan,” tutur Plt Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, I Nyoman Shuida. Karnaval Revolusi Mental diharapkan bisa membangkitkan rasa persatuan dalam keberagaman yang juga menjadi salah satu poin Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Recent Posts

JPPI: SPMB 2026 Masih Gagal Menjamin Hak Pendidikan Anak

MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…

9 jam yang lalu

Kampanye Produk Dalam Negeri, Kemenperin Ajak Masyarakat Pakai Peralatan Sekolah Lokal

MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…

13 jam yang lalu

Gus Hery Silaturahim ke Murid Langsung KH Hasyim Asy’ari, Mohon Doa Restu Ikhtiar Maju sebagai Ketua Umum PBNU

MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…

13 jam yang lalu

Komisi II DPR Sebut RUU Adminduk Pertegas Transformasi Layanan, NIK Akan Jadi Identitas Tunggal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…

15 jam yang lalu

Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Keberanian Mengubah Paradigma Pembangunan dari Eksploitasi SDA ke Blue Economy

MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…

16 jam yang lalu

MoU Penghentian Perang AS-Iran Dinilai Rapuh

MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…

17 jam yang lalu