MONITOR, Kandahar – Setidaknya 42 gerilyawan tewas dan 17 lainnya mengalami luka berat akibat serangan udara yang dilakukan militer asing di provinsi Kandahar, Afghanistan, pada Jumat (25/8).
Diduga, serangan tersebut dilakukan para teroris yang tidak menghendaki keberadaan pasukan militer NATO di Afghanistan. Bahkan sebelumnya, pasukan keamanan Afghanistan menerima serangan teror serupa pada Kamis (24/8).
"Ini adalah serangan udara terberat kedua yang dilakukan oleh pasukan asing sejak pengumuman misi baru NATO di Afghanistan," kata Ujar kantor berita Afghanistan, Pajhwok, seperti dilansir dari sputnik pada Sabtu (26/8).
Sebelumnya, pada Januari 2015, NATO mengumumkan misi barunya di Afghanistan untuk melatih dan membantu pasukan keamanan Afghanistan dalam operasi memerangi terorisme di Afghanistan.
MONITOR, Malang - Kehadiran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren menjadi tonggak penting dalam…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti dampak kesehatan akibat…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan bahwa kepercayaan publik tidak dibangun…
MONITOR, Palu – Forum Muda Alumni (FORMA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tengah menggelar…
MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), M. Shofiyullah Cokro Hadi…
MONITOR, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) akan menjadikan agenda…