MONITOR, Bandung – Nilai Upah Minimum Regional (UMR) di Jawa Barat (Jabar) terbilang cukup tinggi jumlahnya. Namun, hal ini disinyalir akan berdampak pada mandeknya investasi di daerah tersebut.
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar harus berinovasi untuk menarik investor. Sebab saat ini para investor tengah melirik daerah lain yang upah minimumnya lebih rendah.
"Jabar harus mendongkrak kembali. Sekarang mereka (Investor) bergerak ke provinsi yang lebih rendah, karena UMR di Jabar sudah terlalu tinggi," kata Bambang usai memberi kuliah umum di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (25/8).
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, kebijakan untuk melakukan inovasi dipilih karena penurunan UMR tidak mungkin dilakukan Pemprov Jabar. Sehingga yang perlu dilakukan adalah orientasi capital intensive, bukan labour intensive.
"Kalau upah tidak mungkin diturunkan, harus ada orientasi mungkin jangan labor intensive, tapi lebih ke capital intensive," Jelas Bambang.
MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…
MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…
MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan…
MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab…
MONITOR, Bogor - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP)…