Categories: NASIONALPOLITIK

Demi Capai Nawacita, Presiden Jokowi Didesak Lakukan Tiga Hal Ini

MONITOR, Jakarta – Kian berjaraknya capaian pembangunan ekonomi dengan agenda Nawacita membuat sejumlah aktivis yang tergabung dalam Forum Indonesia meminta Presiden Joko Widodo melakukan sejumlah langkah-langkah percepatan.

Tiga hal diantaranya yang mendesak untuk dilakukan antara lain mendesain APBN yang lebih realistis, mengubah desain politik anggaran yang sesuai dengan Nawacita dan merombak kabinet pemerintahan di bidang ekonomi. Tiga hal ini penting untuk mempercepat pencapaian janji Nawacita.

Itu diutarakan Koordinator Nasional (Kornas) Forum Indonesia, Megel Jekson saat menyelenggarakan Diskusi Publik dengan Pusat Kajian Keuangan Negara di Jakarta, Jumat (25/8).

Dalam diskusi bertema "Menakar RAPBN 2018 dan Agenda Nawacita" itu, Megel menjelaskan desain politik anggaran memang harus disesuaikan, karena disitulah agenda dan spirit Nawacita dicoba untuk direalisasikan. Karenanya bila itu tak dilakukan, Nawacita akan tetap berjarak dari capaian pembangunan yang dihasilkan. Nawacita bahkan semakin sulit untuk diwujudkan bila ada Menteri yang kinerjanya justru tak sejalan dengan janji prioritas pemerintahan Joko Widodo Jusuf Kalla itu. Presiden Jokowi bahkan perlu merombak kabinet pemerintahan, sambungnya.

Dia pun menambahkan urgensi mewujudkan janji Nawacita ini karena tenggat waktu yang tersisa hanya sekitar 2 tahun lagi. Dengan waktu yang tidak lama tersebut, Presiden Joko Widodo memang harus mampu mengenali problem mendasar yang menyebabkan janji Nawacita belum terpenuhi.

Senada dengan hal itu, Sekjen Kornas Forum Indonesa, Suhardin Mansyur menambahkan angka-angka fantastis dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 tetap tak bisa membuat agenda Nawacita bakal tercapai dalam waktu dekat. Pasalnya, menurut dia, kondisi yang ada saat ini sudah jauh melenceng dari target ideal yang diinginkan dalam Nawacita. Jika tak ada upaya keras sulit merealisasikan Nawacita,ungkapnya.

Suhardin mencontohkan target pertumbuhan ekonomi 2019 sebesar 7 persen yang jauh dari capaian perekonomian saat ini hanya pada level 5,01 persen. Terlebih, rasio gini yang tetap berada pada level 0,41 juga menunjukkan belum adanya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia Indonesia yang berarti semasa Presiden Joko Widodo.

Recent Posts

Guru Besar IPB Ungkap Ketimpangan Industri Perunggasan, Peternak Rakyat Disebut Paling Rentan Bangkrut

MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…

3 menit yang lalu

Zayed Foundation Serahkan Bantuan Sekitar USD 190.000 untuk 162 Jemaah Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…

4 jam yang lalu

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…

4 jam yang lalu

Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Segera Naik ke Rp26.500 per Kg, BGN Wajibkan Dapur MBG Serap Telur Peternak

MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…

6 jam yang lalu

Kemenhaj Pastikan Layanan Jemaah Cepat, Responsif, dan Transparan

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) terus memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan…

6 jam yang lalu

Wajah Baru Layanan Konsumsi Haji; Digital, Bergizi dan Terukur

MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab…

18 jam yang lalu