MONITOR, Jakarta – Pembangunan desa harus terus digiatkan melalui berbagai program untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan produktivitas desa. Jika desa sudah mengalami kemajuan, arus urbanisasi dapat dicegah.
“Akan terjadi urbanisasi besar-besaran apabila desa tidak maju, tidak mempunyai kemampuan ekonomi, tidak meningkat produktivitasnya. Namun, apabila ada kemakmuran di desa, daya beli masyarakat akan lebih baik, dan (hal ini) akan menimbulkan keseimbangan antar daerah di Indonesia, baik di perkotaan maupun pedesaan,” ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat membuka Village Development Forum 2017 di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (24/8/2017).
Penduduk Indonesia yang sekitar 60% di antaranya tinggal di desa, lanjut Wapres, harus menikmati berbagai program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah, baik di bidang infrastruktur, ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan.
Wapres kemudian mendorong agar seluruh desa di Indonesia yang berjumlah sekitar 75.000 itu membangun kemandirian guna mempercepat kemajuan desa.
“Karena itulah dalam Undang-Undang Desa 2014 antara lain diberikan suatu sistem yang langsung dapat dikembangkan di desa masing masing,” imbuhnya.
MONITOR, Jakarta – DPR RI menerima kunjungan delegasi United Kingdom All-Party Parliamentary Group (APPG) on…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…
MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…
MONITOR, Jakarta – Momentum libur panjang Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) mendorong peningkatan signifikan volume…
MONITOR - Pakar kelautan sekaligus tokoh nasional, Prof Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pangan bukan sekadar…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung pelayaran muhibah KRI Bima…