Categories: NASIONALPOLITIK

Tersandung Kasus e-KTP, Novanto Diminta Ikuti Jejak Andi Mallarangeng

MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, menyarankan Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto, meniru budaya politik di Jepang saat tersandung suatu perkara hukum.

"Jika ada pejabat yang baru disebut atau diindikasikan terlibat kasus, maka dia mengundurkan diri dari jabatannya secara sukarela," ujar Ujang saat ditemui redaksi Monitor, Selasa (22/8).

Sikap tersebut, lanjut Ujang, sudah dilakukan eks Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng yang "terlilit" kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang.

"Ketika dia (Andi, red) ditetapkan tersangka oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), dia mengundurkan diri dari Menteri dan dari Partai Demokrat," tutup pengarang buku 'Strategi Partai Keadilan Sejahtera Putihkan Jakarta' ini.

Pada 17 Juli 2017, KPK secara resmi menetapkan Setnov, nama beken Novanto, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP, menyusul bekas dua pejabat Kemendagri, Sugiharto dan Irman, serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Namun, DPP Golkar, sebagaimana hasil rapat pleno yang dilakukan dan diputuskan sehari setelah penetapan tersangka itu, tetap mempercayakan Setnov sebagai Ketua Umum. Bahkan, posisinya di DPR RI juga dipertahankan.

Padahal, ketika nama Setnov baru sekadar disebut-sebut terkait kasus rasuah yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun ini, sebagian kader telah menyuarakan pergantian pucuk pimpinan partai beringin.

Satu diantaranya yang paling intens ialah Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia. Alasannya, kasus tersebut "merontokkan" reputasi partai dan bertentangan dengan visi Presiden Joko Widodo, yang diusung pada "pesta demokrasi" 2019 mendatang.

Sampai sekarang, Doli tetap getol menyuarakan pergantian pucuk pimpinan Golkar melalui musyawarah nasional luar biasa (munaslub). Dia lantas menginisasi Gerakan Golkar Bersih untuk menghimpun kader-kader yang satu visi dengannya.

Beberapa waktu lalu, Doli membeberkan 17 elite partai yang mendukung manuvernya tersebut. Mereka adalah Yorrys Raweyai, Nusron Wahid, Kahar Muzakir, Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, Airlangga Hartarto, Ibnu Munzir, Indra Bambang Utoyo, Agus Gumiwang Kartasasmita, Zainudin Amali, Eni M. Saragih, Bambang Soesatyo, Andi Sinulingga, Gatot Sudjito, M. Sarmuji, TB Ace Hasan Syadzily, Ichsan Firdaus, dan Ridwan Hisjam.

Recent Posts

Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Anak, Pengurus DKM di Ciputat Dilaporkan ke Polisi

MONITOR, Tangerang Selatan - Seorang oknum pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di daerah Pisangan, Ciputat,…

1 jam yang lalu

Dikritik Prabowo, Fahri Hamzah Dorong Arah Kebijakan Perumahan Kembali ke Ekonomi Kerakyatan

MONITOR, Jakarta– Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mendorong evaluasi menyeluruh terhadap…

3 jam yang lalu

55 ribu Kendaraan Melintas Pada Jalur Fungsional Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi Segmen Gending-Situbondo

MONITOR, Jakarta - Dalam rangka mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Hari Raya Idulfitri…

5 jam yang lalu

Pertamina Patra Niaga Hadirkan SPBU Modular di Jalur Mudik Rawan Kemacetan

MONITOR, Jakarta – Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Downstream PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kesiapan layanan…

6 jam yang lalu

Kemenperin Sosialisasikan Permenperin 2/2026 untuk Perkuat Tata Kelola Lingkungan di Kawasan Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk memperkuat daya saing industri melalui penguatan tata…

7 jam yang lalu

Terjadi Insiden di KM 40 A Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Petugas Lakukan Aksi Cepat Evakuasi

MONITOR, Cikampek — Telah terjadi insiden di KM 40+200 A arah Cikampek Ruas Jalan Tol…

8 jam yang lalu