MONITOR, Jakarta – Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, jumlah jamaah haji yang berangkat ke tanah suci dalam keadaan risiko tinggi semakin meningkat. Hal itu mendasari Ermalena untuk mendesak pemerintah agar menambah kuota tenaga kesehatan selama ibadah haji berlangsung.
Erma yang merupakan Wakil Ketua Komisi IX DPR menyatakan, jumlah tenaga kesehatan yang bertugas mendampingi jamaah haji saat ini cukup minim, yakni satu dokter dan dua perawat.
"Tahun 2017 ini, jemaah haji yang berangkat dengan risiko tinggi (risti) mencapai 65 persen, satu kloter yang berangkat itu 450 peserta sementara tenaga kesehatannya hanya satu dokter dan dua perawat, itu sangat sangat kurang," ungkap Erma kepada wartawan, Senin (21/8) kemarin.
Selain menambah tenaga kesehatan, Politikus Nasdem ini meminta agar pemerintah melakukan upaya preventif yaitu deteksi dini (kesehatan) pada setiap jamaah yang akan berangkat haji.
"Kami menyarankan deteksi dini dilakukan begitu seseorang ditetapkan sebagai calon jemaah haji, diberikan buku catatan kesehatan agar kesehatan peserta haji dapat termonitor dan tertangani dengan baik," tuturnya.
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengusulkan perubahan komposisi pembiayaan dalam Biaya…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendukung investigasi total dugaan korupsi pemenuhan…
MONITOR, Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus meningkatkan produktivitas, memperkuat pelindungan pekerja, dan meningkatkan…
MONITOR, Jakarta - Indonesia akan membawa kekuatan industri agro dan pengolahan pangan ke panggung internasional…