Categories: BISNISEKONOMI

Pola Belanja Pemerintah bisa tentukan Pertumbuhan Ekonomi

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menyebut Pola belanja pemerintah dinilai bisa tentukan pertumbuhan ekonomi ke depan. Sementara pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2018 yang dipatok 5,4 persen, bertumpu pada konsumsi masyarakat, investasi, dan kinerja ekspor impor. Namun, saat bersamaan masih ada risiko yang perlu dihadapi.  

“Jika kita lihat pertumbunan ekonomi triwulan-II 2017 sebesar 5,01 persen yang ditopang paling besar oleh pengeluaran pemerintah, maka bisa disimpulkan bahwa pola belanja pemerintah akan sangat menentukan pertumbuhan ekonomi ke depan. Kalau berharap banyak pada konsumsi masyarakat kita masih terancam oleh rendahnya daya beli. Lalu, kalau berharap pada ekspor, maka ancaman proteksionisme perdagangan dan lemahnya harga-harga komoditas global masih akan menjadi ganjalan yang besar,” papar Heri Gunawan dalam rilisnya, Senin (21/8/2017).    

Menurut Anggota Komisi XI DPR ini, tiga tumpuan pemerintah untuk mendukung angka pertumbuhan tersebut berhadapan pula dengan tiga risiko yang sedang dihadapi. Daya beli yang turun karena lesunya perekonomian, proteksionisme perdagangan, harga komoditas yang masih lemah, serta investasi yang proporsinya masih di bawah 40 persen dari PDB.

Pertumbuhan ekonomi triwulan-II 2017 sebesar 5,01 persen juga memperlihatkan bahwa pertumbuhan itu masih ditopang oleh pengeluaran pemerintah sehingga masih lebih bersifat konsumtif.    

Inflasi yang 3,5 persen, sambung Anggota F-Gerindra itu, sangat berhubungan kuat dengan daya beli masyarakat. Faktor yang mempengaruhi inflasi salah satunya adalah daya beli. Sementara soal stabilitas harga bahan pokok juga harus menjadi perhatian pemerintah. Dari data inflasi yang ada, faktor yang paling berpengaruh adalah naiknya bahan kebutuhan pokok seperti cabe, beras, dan lain-lain.    

Heri berpandangan, kunci pertumbuhan ekonomi adalah seberapa besar masyarakat bisa punya daya beli yang kuat.

“Tanpa itu, maka pemerintah tak bisa berharap banyak. Sebab, pemerintah tidak bisa berharap banyak dari ekspor dengan adanya proteksionisme perdagangan besar-besaran dan masih lemahnya harga komoditas global,” katanya.

“Pertumbuhan ekonomi ke depan musti mampu memecahkan masalah ketimpangan yang saat ini sudah pada tahap lampu kuning. Kini, indeks gini sudah mencapai 0,39. Artinya, selama ini pertumbuhan ekonomi (pendapatan nasional) sepertiganya dikuasai oleh 1 persen orang saja," ujarnya.

Pemerintah diimbaunya tidak boleh ragu turun tangan dan membantu pertumbuhan ekonomi untuk segera keluar dari middle income trap. Ekonomi tidak harus seluruhnya diserahkan ke negara.

“Bila swasta sudah ada yang kuat, ya silakan. Tapi, harus ada beberapa hal di ekonomi kita yang tidak bisa diserahkan ke swasta, minimal diatur secara ketat oleh pemerintah. Ekonomi harus untuk rakyat, bukan rakyat untuk ekonomi,” ucapnya.

Recent Posts

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

2 jam yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

7 jam yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

8 jam yang lalu

Cegah Keraguan Publik, Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual

MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…

10 jam yang lalu

Kementerian UMKM Apresiasi KSP Guna Prima Dana, Dinilai Jadi Contoh Koperasi Penyalur KUR Nasional

MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…

12 jam yang lalu

Akad Massal KUR 1.000 UMKM Kreatif Bali, Pemerintah Perluas Akses Pembiayaan dan Digitalisasi

MONITOR, Bali – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat…

13 jam yang lalu