Categories: EKONOMIKEUANGAN

RAPBN 2018 Melenceng Jauh Dari Agenda Nawacita

MONITOR, Jakarta – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang disampaikan Presiden Joko Widodo dinilai masih melenceng jauh dari agenda Nawacita di bidang ekonomi.

Koordinator Nasional Forum Indonesia, Megel Jekson mengatakan target-target ekonomi yang dicantumkan dalam RAPBN 2018, masih tak sesuai dengan capaian yang diinginkan dalam Nawacita.

“RAPBN 2018 masih jauh panggang dari api,”ujarnya dalam diskusi di kantor Pusat Kajian Keuangan Negara, Jum’at (18/8).   

Megel merujuk pada angka pertumbuhan ekonomi RAPBN 2018 sebesar 5,4 persen yang cukup berjarak jauh dari target ekonomi Nawacita sebanyak 7 persen. Bahkan, dengan tren pertumbuhan stagnan selama tiga tahun terakhir, angka tersebut dinilai Forum Indonesia sulit untuk dicapai.  

Megel menambahkan pesimisme Forum Indonesia juga merujuk pada rasio ketimpangan masyarakat atau rasio gini yang masih tinggi di level 0,41, perekonomian dan investasi yang masih terkonsentrasi di pulau Jawa, dan kegagalan amnesti pajak menambah basis data perpajakan secara signifikan.    

Tak ayal, dengan batas waktu sekitar 2 tahun lagi, Megel menyebut Nawacita tampak sulit untuk direalisasikan. Pasalnya, hingga pertengahan tahun 2017, Joko Widodo belum mampu mengubah fakta-fakta perekonomian nasional secara signifikan.

“Di tengah perekonomian dunia yang masih lesu, sulit rasanya berharap ada kemajuan yang berarti,” ujarnya.   

Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara, Adi Prasetyo juga tampak pesimistis dengan RAPBN 2018. Sebab, dengan minimnya langkah efisiensi yang dilakukan Presiden Joko Widodo, tak ada jaminan kejadian pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) tidak akan berulang.

“Walaupun alokasi transfer ke daerah tampak terus mengalami peningkatan, namun siapa yang dapat menggaransi pemotongan DAU tidak akan terjadi lagi,” tuturnya.   

Recent Posts

DPR Dukung Aksi Jerhemy Nemo Tebang Sawit Ilegal, Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…

7 jam yang lalu

Legislator Soroti Dugaan Klaim Fiktif JKN, Dorong Agar Diusut Tuntas karena ‘Rampok’ Uang Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…

7 jam yang lalu

Evaluasi Haji Embarkasi Banjarmasin, Menhaj Utamakan Istithaah Kesehatan Hingga Nol Toleransi Pelanggaran

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…

7 jam yang lalu

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…

8 jam yang lalu

Sikapi Penyesuaian BPIH 2027, Menhaj Tekankan Efisiensi Tanpa Turunkan Kualitas Layanan

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…

8 jam yang lalu

STPK Matauli Perkuat Peran Kampus Maritim, Prof Rokhmin Usulkan Dua Prodi Baru untuk Dukung Ekonomi Biru

MONITOR, Tapanuli Tengah – Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli terus memperkuat posisinya sebagai…

11 jam yang lalu