Categories: NASIONALPOLITIK

Soal Dana Haji Untuk Infrastruktur, Romy: Itu Barang Lama

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum DPP-PPP Romahurmuziy mengatakan isu pengelolaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur bukan hal baru, hal itu juga dilakukan di era Presiden pada periode yang lalu.

"Jangan memperkeruh situasi menggoreng-goreng seolah itu barang baru, padahal itu barang lama sejak zaman pak SBY," kata Romahurmuzy di Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (13/8) seperti dikutip Antara.

Menurut pria yang akrab disapa Romi itu, pada era Presiden SBY, pengelolaan dana haji dilakukan Kementerian Agama dibawah kepemimpinan Suryadharma Ali. Saat itu dana haji diinvestasikan 100 persen di Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Hasilnya digunakan pemerintah untuk mendanai infrastruktur.

"Jadi dulu dana haji secara tidak langsung digunakan untuk proyek infrastruktur melalui SBSN," katanya.

Sedangkan saat ini pengelolaan dana haji dilakukan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sesuai amanah Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji yang disetujui oleh DPR RI di era Presiden SBY. 

"Jadi pemerintah saat ini melaksanakan amanah undang-undang dengan menyerahkan pengelolaan dana haji kepada BPKH. Dan kebetulan BPKH mewacanakan untuk menginvestasikan secara langsung sebagian dana haji di proyek infrastruktur agar imbal hasil lebih besar sehingga keuntungan jemaah juga lebih besar," kata Romahurmuziy.

Romahurmuziy mengatakan sepengetahuannya kini BPKH sedang menyusun peraturan pemerintah untuk bisa menginvestasikan sebagian dana haji secara langsung di proyek infrastuktur.

Perumusan peraturan pemerintah tersebut turut meminta masukan dari semua pihak, antara lain ulama yang tergabung dalam Dewan syariah Nasional, MUI maupun ormas Islam untuk meminta fatwa. Selain itu, juga meminta pandangan profesional terkait investasi apa yang lebih optimal dari SBSN namun tetap aman 100 persen. 

"Tentu dana haji yang diinvestasikan tidak boleh hilang dan harus aman, karena ini milik jemaah," kata dia.

Dia mencontohkan nantinya dana haji yang jumlahnya lebih dari Rp90 triliun, sebesar 50 persennya tetap dapat diinvestasikan di SBSN sementara sisanya bisa diinvestasikan pada bidang-bidang infrastruktur terkait haji maupun yang tidak terkait haji.

Investasi pada bidang terkait haji misalnya untuk pembangunan wisma haji agar pemerintah tidak perlu lagi menyewa wisma haji dan subsidi bagi jemaah pun dapat diberikan lebih besar. Selain itu bisa juga untuk investasi katering untuk digunakan saat musim haji dan umroh.

Sedangkan investasi pada bidang tak terkait haji, menurut dia, dapat dilakukan dalam investasi emas atau pembelian tol Jagorawi dan Cikampek yang mana keuntungannya terjamin dan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi jemaah.

Romahurmuziy meminta tidak ada lagi pihak-pihak yang mempersoalkan rencana pengelolaan dana haji untuk proyek infrastruktur. Sebab hal ini sudah dilakukan sejak dulu.

"Yang mempolemikkan itu tolong pahami dulu, agar tidak asal bunyi dan tidak memperkeruh situasi," ujar dia.

Sumber: Antara

Recent Posts

IPW: Kortastipidkor Polri Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Ungkap Mafia Perkara dan Korupsi Rp5 Triliun

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri…

10 jam yang lalu

Usulan Penyesuaian BPIH 2027, Wamenhaj: Upaya Minimalkan Beban Biaya Jemaah, Akan Dibahas Bersama DPR

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengusulkan perubahan komposisi pembiayaan dalam Biaya…

13 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan…

13 jam yang lalu

Komisi III DPR Minta Polri Cari Pihak Bertanggung Jawab di Korupsi Batu Bara yang Picu Blackout: Bongkar Seluruh Jaringannya!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendukung investigasi total dugaan korupsi pemenuhan…

13 jam yang lalu

Menaker Tegaskan Produktivitas dan Pelindungan Pekerja Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja

MONITOR, Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus meningkatkan produktivitas, memperkuat pelindungan pekerja, dan meningkatkan…

19 jam yang lalu

INNOPROM 2026 Perkuat Langkah Industri Agro Indonesia Menembus Pasar Eurasia

MONITOR, Jakarta - Indonesia akan membawa kekuatan industri agro dan pengolahan pangan ke panggung internasional…

19 jam yang lalu