MONITOR, Jakarta – Direktur Biomorf Lone LLC, Amerika Serikat, perusahaan penyedia layanan teknologi biometrik, Johannes Marliem diberitakan meninggal, Kamis, 10 Agustus 2017, waktu setempat.
Johannes Marliem merupakan saksi kunci dalam mega korupsi E-KTP. Ia merekam seluruh pembicaraan dengan orang-orang yang terlibat proyek e-KTP.
Sejak awal pembahasan megaproyek itu, Johanes diketahui telah merencanakan untuk merekam.
Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, Marliem disebut sebagai penyedia produk automated finger print identification system (AFIS) merek L-1 untuk proyek kartu tanda penduduk elektronik.
Seperti yang dikutip dari Tempo, Johanes menyebut apa yang dilakukannya sebagai “keeping everybody in honest ,” Seperti yang ditulisnya pada pertengahan Juli 2017 melalui aplikasi video call FaceTime, posisinya saat itu di Amerika Serikat. Tak lama berselang Proyek itu kemudian menjadi kasus mega korupsi e-KTP dengan kerugian negara Rp 2,3 triliun.
Dalam beberapa kesempatan, Marliem bahkan tak main-main dengan menyebut secara gamblang menyebutkan ia memiliki bukti-bukti keterkaitan orang dengan kasus korupsi e-KTP itu.
“Hitung saja. Empat tahun dikali berapa pertemuan. Ada puluhan jam rekaman sekitar 500 GB,” kata dia. Johannes Marliem bahkan menantang, “ Mau jerat siapa lagi? Saya punya,” ujarnya.
MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…
MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…
MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…
MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…
MONITOR, Bali – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk…