MONITOR, Jakarta – Kabar terhangat muncul dari Partai Golkar usai ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka. Partai berlambang beringin itu memutuskan tidak akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) meskipun nantinya Ketua Umum Golkar Setya Novanto ditahan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham. Idrus memastikan, partainya tidak akan mencari sosok pengganti Novanto selama belum ada putusan inkrah dari pengadilan.
"Enggak ada. Kami sepakat enggak ada," tegas Idrus kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (9/8).
Idrus kembali menyatakan, meskipun pimpinannya kini tengah disibukkan dengan penyidikan KPK, namun hal tersebut tidak akan mengganggu kinerja Partai Golkar.
Lebih lanjut Politikus asal Pinrang, Sulawesi Selatan, ini menyatakan kepemimpinan Golkar saat ini dijalankan olehnya beserta Ketua Harian Golkar Nurdin Halid. Kendati demikian, ia tetap mengaku masih intens berkomunikasi dengan Setya Novanto.
MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memasifkan langkah strategis dan pendampingan lapangan guna memitigasi…
MONITOR, Jakarta — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi menghadirkan coaching clinic koperasi dalam kegiatan “Heritage in Motion:…
MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…
MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…
MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…