MONITOR, Jakarta – Ketua Tim Sinkronisasi Program kerja Anies-Sandi, Sudirman Said, mengaku keberatan dengan adanya kenaikan tarif parkir mobil di DKI Jakarta. Menurutnya hal tersebut akan menjadi beban masyarakat Jakarta.
Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikkan tarif parkir mobil hingga Rp 50 ribu sekali parkir. Sudirman mengingatkan, kebijakan ini jelas harus dikaji ulang mengingat tidak semua pengguna mobil di Jakarta merupakan orang kaya.
"Harus diingat, tidak semua pengguna mobil adalah orang kaya. Banyak pegawai muda dan keluarga kelas menengah yang pas-pasan saja. Mereka gunakan mobil karena tidak ada alternatif transportasi yang lebih baik. Kalau mereka harus menanggung tarif parkir yang demikian mahal rasanya tidak fair bagi kebanyakan warga Jakarta," kata Sudirman kepada wartawan, Kamis (10/8).
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menyatakan, masih banyak alternatif lain yang bisa dijangkau pemerintah. Tidak hanya sekadar mengurangi volume kendaraan, Sudirman meminta agar transportasi publik ditata lebih dulu.
"Banyak yang bisa dioptimalkan dengan teknologi dan alat kontrol yang lebih efektif," tegasnya.
MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…
MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…
MONITOR, Pidie, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama TikTok Shop by…
MONITOR, Bantul - Produksi padi pada demplot seluas 5 hektare yang dikembangkan Kelompok Tani Lestari…
MONITOR, Semarang - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tidak…
MONITOR, Sleman - Indoraya Mitra Persada (IMP 168) menjalin kerja sama MoU dengan peneliti asal…