Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Ketimpangan Terus Meningkat, Bappenas Sebut Empat Masalah Utama

MONITOR, Jakarta- Pemerintah berupaya untuk mengurangi ketimpangan, baik ketimpangan antar kelompok pendapatan maupun antar wilayah. Hal ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Diberlakukan RPJMN diharapkan dapat menekan tingkat kemiskinan sebesar 7-8 persen pada 2019.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasioanl (Bappenas) Bambang Brodjonegoro saat pembukaan Indonesia Development Forum (IDF) 2017 yang bertajuk “Fighting Inequality For Better Growth”, Di Jakarta, Rabu (9/8)

Bambang melanjutkan terdapat empat faktor yang dapat mendorong ketimpangan; ketimpangan peluang sejak awal kehidupan yang mempengaruhi kualitas SDM; pekerjaan yang tidak merata; kekayaan yang terkonsentrasi pada beberapa kelompok; dan ketahanan ekonomi yang rendah.

“Tanpa asset produktif yang memadai, masyarakat ekonomi terbawah tidk dapat keluar dari kemiskinan serta sulit meningkatkan pendapatannya,” kata Bambang

Ketimpangan di Indonesia, lanjut Bambang, cenderung mengalami peningkatan dalam 10 tahun terakhir. Hal ini dapat dilihat dari pertumbuhan pengeluaran per kapita penduduk antar pulau yang didominasi pulau Jawa. Sedangkan wilayah timur Indonesia, laju pertumbuhan pengeluaran hanya dirasakan oleh segelintir penduduknya.

“Pendekatan one size fits all sudah tidak relevan. Penyesuaian pendekatan dan program harus dilakukan”, tutur Bambang

Kementerian PPN/Bappenas terus berupaya untuk mengurangi ketimpangan di Indonesia, salah satunya adalah dengan bersinergi dengan Kementrian Luar Negri dan Perdagangan Australia (DFAT) melalui Knowledge Sector Initiatives dirancang untuk mewadahi para pelaku pembangunan untuk menciptakan inovasi dalam memperkuat perencanaan dan pelaksanaan kebijakan.

Recent Posts

Mitigasi El Nino, Kementan Masifkan Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sukabumi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memasifkan langkah strategis dan pendampingan lapangan guna memitigasi…

7 jam yang lalu

Selvi Gibran Tinjau Coaching Clinic LPDB di Pontianak, Perkuat Akses Pembiayaan Koperasi dan UMKM

MONITOR, Jakarta — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi menghadirkan coaching clinic koperasi dalam kegiatan “Heritage in Motion:…

11 jam yang lalu

Guru Besar IPB Ungkap Ketimpangan Industri Perunggasan, Peternak Rakyat Disebut Paling Rentan Bangkrut

MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…

12 jam yang lalu

Zayed Foundation Serahkan Bantuan Sekitar USD 190.000 untuk 162 Jemaah Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…

16 jam yang lalu

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…

16 jam yang lalu

Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Segera Naik ke Rp26.500 per Kg, BGN Wajibkan Dapur MBG Serap Telur Peternak

MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…

18 jam yang lalu