Categories: NASIONALPOLITIK

Pilgub Jabar, Figur Non Partai Bakal Tersandera

MONITOR, Jakarta – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 mulai memasuki tahap krusial. Itu terlihat dari sejumlah partai politik yang mulai mengerucutkan nama yang akan diusungnya. Bahkan, sejumlah nama beken seperti Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar disebut sudah mengatongi rekomendasi.

Namun, wajar memang jika ketiga nama itu disebut-sebut sebagai calon yang paling populer dan memiliki elektabilitas tinggi dalam sejumlah survei, pasalnya orang – orang tersebut sama-sama sudah berhasil membuktikan kinerjanya untuk pembangunan di Jawa Barat.

Menanggapi hal itu, pengamat politik dari kantor Konsep Indonesia Research & Consulting, Veri Muhlis Arifuzzaman, menilai Pilgub Jabar termasuk unik karena sebagian besar tokoh yang namanya populer dan punya elektabilitas bagus justru bukan ketua partai kecuali Dedi Mulyadi yang merupakan ketua DPD Golkar Jawa Barat. Sementara partai-partai yang punya kursi memadai di DPRD dan cukup punya dukungan luas tidak memiliki kader yang memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi.

"Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar cukup punya modal untuk bertanding dalam kontes, namun mereka bukanlah pejabat partai. Sementara para ketua partai yang muncul namanya ke permukaan tidak cukup punya modal memadai untuk maju di Jabar satu, kecuali Dedi Mulyadi Ketua DPD Golkar," katanya di Bandung, Minggu (6/8).

Menurut Veri keadaan itu membuat Pilgub Jabar 2018 akan berlangsung menarik dan bisa jadi banyak kejutan sampai detik-detik menjelang pengusungan pasangan.

Veri menjelaskan partai politik memiliki daya tawar tinggi dengan meminta menempatkan kadernya minimal duduk di kursi calon wakil gubernur."Ini pula yang akan membuat figur nonpartai tersandera untuk memilih calon wakilnya dari awal. Jika gagal membangun kesepakatan pilkada dengan partai politik, sangat mungkin figur yang bukan partai akan tersingkir walau punya modal popularitas dan elektabilitas yang baik," ujarnya.

Veri menuturkan Dedi Mulyadi yang juga Ketua DPD Partai Golkar perlu bergerak lebih gencar lagi karena walau sudah bergerak cukup lama, Bupati Purwakarta tersebut cenderung memiliki laju elektabilitas yang stagnan.

"Dedi Mulyadi elektabilitasnya jalan di tempat, makanta harus pandai memilih pasangan. Kalau pasangannya tidak pas, bisa jadi penggembira saja. Kalau bisa berpasangan dengan salah satu figur populer nonpartai tadi, bisa jadi pasangan ideal dan menang," ujarnya.

Terkait peluang para kader partai untuk maju dalam Pilgub Jabar, baik sebagai calon gubernur maupun calon wakil gubernur, Veri menyatakan sangat terbuka kemungkinannya.
Jika Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar gagal bernegosiasi dengan partai pengusung, peluang ketua partai atau kader untuk maju sangat tinggi.

Bahkan pada posisi sekarang peluang Ridwan Kamil, Deddy Mizwar, dan Dedi Mulyadi berpasangan dengan salah satu ketua atau kader partai sangat terbuka lebar.

Recent Posts

Komisi IV DPR RI Dukung Penguatan Laboratorium Veteriner Kementan untuk Antisipasi Dampak El Nino pada Subsektor Peternakan

MONITOR, Banjarbaru – Komisi IV DPR RI mendukung langkah Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperkuat kesiapsiagaan subsektor…

9 menit yang lalu

Wamenhaj: ASN Kemenhaj Harus Jaga Integritas, Hentikan Praktik Menjadikan Jemaah sebagai Komoditas

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa seluruh aparatur Kementerian…

14 menit yang lalu

JPPI: SPMB 2026 Masih Gagal Menjamin Hak Pendidikan Anak

MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…

11 jam yang lalu

Kampanye Produk Dalam Negeri, Kemenperin Ajak Masyarakat Pakai Peralatan Sekolah Lokal

MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…

14 jam yang lalu

Gus Hery Silaturahim ke Murid Langsung KH Hasyim Asy’ari, Mohon Doa Restu Ikhtiar Maju sebagai Ketua Umum PBNU

MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…

15 jam yang lalu

Komisi II DPR Sebut RUU Adminduk Pertegas Transformasi Layanan, NIK Akan Jadi Identitas Tunggal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…

17 jam yang lalu