Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Menteri Keuangan Dijadwakan Bertemu Bos Besar Freeport Pertengahan Agustus

MONITOR, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani dijadwalkan bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Freeport McMoRan Inc Richard Adkerson pada pekan kedua bulan Agustus ini.

Pemerintah dan perusahaan tembaga terbesar dunia asal Amerika Serikat (AS) ini akan membahas mengenai stabilitas investasi.

Rencana pertemuan ini diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan.

Dia bilang, dalam negosiasi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI), Kementerian Keuangan mendapatkan tugas menyelesaikan dua hal. Yaitu, stabilitas investasi, dan divestasi 51 persen saham.

"Pertemuan saya dengan Adkerson courtesy aja. Supaya mereka mau ngobrol ke Kemenkeu soal harapan mereka soal stabilitas investasi. Rencananya, kayaknya, pekan kedua Agustus," terangnya di Kantor Kementerian ESDM, pekan lalu.

Sekedar informasi, mengenai stabilitas investasi yang dimaksud itu terkait dengan perpajakan dan royalti, pusat maupun daerah.

Adapun saat ini, Freeport menggunakan skema pajak naildown atau ketentuan yang sudah disepakati dan tidak berubah. Sementara pemerintah menginginkan Freeport menggunakan skema prevailling atau berubah-ubah sesuai dengan ketenuan yang berlaku.

Nah, pemerintah akan membuat Peraturan Pemerintah (PP) terkait dengan stabilitas invetasi ini. Aturan itu dibentuk untuk Kontrak Karya (KK) yang merubah statusnya menjadi Izin usaha Pertambangan Khusus (IUPK) seperti Freeport.

"Ya kalau bisa bulan ini (Peraturan Pemerintahnya)," ungkapnya. (Baca: Berunding dengan Freeport, Pemerintah Siapkan Satu Paket Formula)
Sebelumnya, Menteri Jonan menargetkan negosiasi dengan Freeport bisa diselesaikan pada Juli bulan lalu.

Namun ia mengklaim, penyelesaian yang ada pada bulan Juli hanya untuk dua negosiasi yang dilakukab oleh Kementerian ESDM, yaitu terkait dengan perpanjangan izin operasi dan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter).

Maklum dari kedua negosiasi itu, Jonan telah memberikan Freeport perpanjangan operasi sampai tahun 2031 yang kemudian bisa dilakukan evaluasi perpanjangan 10 tahun berikutnya.

Satu lagi, Freeport sepakat membangun smelter sampai tahun 2022 di Gresik, Jawa Timur.

"Saya sih maunya segera selesai. Kalau Juli kan dipart ESDM sudah selesai. Soal royalti tata cara divestasi kan di Bu Menteri Keuangan. Saya ikut aja," pungkasnya.

Recent Posts

Menaker Tegaskan Produktivitas dan Pelindungan Pekerja Perkuat Daya Saing Tenaga Kerja

MONITOR, Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah terus meningkatkan produktivitas, memperkuat pelindungan pekerja, dan meningkatkan…

4 jam yang lalu

INNOPROM 2026 Perkuat Langkah Industri Agro Indonesia Menembus Pasar Eurasia

MONITOR, Jakarta - Indonesia akan membawa kekuatan industri agro dan pengolahan pangan ke panggung internasional…

5 jam yang lalu

Oknum Polisi Diduga Sekap dan Siksa Istri, Legislator Dorong Reformasi Pengawasan Internal Polri

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez menyoroti kasus dugaan penyekapan dan…

5 jam yang lalu

Rapimnas DPP FKDT Akan Rekomendasikan Insentif Rp1 Juta per Bulan bagi Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah

MONITOR, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) akan menggelar Rapat…

7 jam yang lalu

Menaker Tekankan Transformasi Balai K3 Jadi Pusat Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

MONITOR, Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya transformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)…

7 jam yang lalu

Pusat PVTPP Perkuat Zona Integritas, Matangkan Langkah Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

MONITOR, Bogor – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian…

7 jam yang lalu