MONITOR, Padang – Minimnya acara televisi yang ramah anak di Indonesia menuai kritik Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Pasalnya, tayangan yang tidak sesuai dengan umur dapat memberi pengaruh negatif bagi anak.
Hal itu disampaikan ketua KPI, Yuliandri Darwis di Padang, Sumatra Barat, Sabtu (5/8). Darwis juga mengungkapkan telah membicarakan hal tersebut dengan para pihak terkait, termasuk pemilik stasiun televisi nasional.
"Beberapa tahun terakhir siaran untuk anak-anak minim sekali dan kami sudah membicarakan itu dengan pihak terkait termasuk pertelevisian nasional," ujar Darwis.
Lebih lanjut, Darwis menambahkan anak-anak Indonesia butuh tontonan yang mendidik, membentuk karakter positif serta mencerminkan budaya Indonesia.
"Anak-anak Indonesia butuh tontonan yang mendidik, berkarakter dan berbudaya, Jangan sampai anak menonton tayangan yang akan berdampak (negatif) pada perilakunya," tambah Darwis.
Saat ini, sambung Darwis sudah banyak stasiun televisi nasional yang memproduksi siaran yang ramah anak. Sehingga hal tersebut harus didukung oleh semua pihak.
"Saat ini televisi nasional sudah ada yang mulai memproduksi konten animasi dan ini harus kita dukung terus," tutupnya.
MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…
MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…
MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…
MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…
MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…