Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Jika ada pungli KTP, Tjahjo minta masyarakat lapor ke Kemendagri

MONITOR, Jakarta – Praktek Pungutan Liar (Pungli) pada proses pembuatan KTP elektronik masih kerap terjadi. Kondisi tersebut terjadi bukan hanya di tingkat daerah, melainkan di kota-kota besar, termasuk DKI Jakara.

Dilansir dari laman kemdagri.go.id, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta kepada masyarakat jika menemukan pungli segera melaporkannya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Persoalannya, warga hanya berani melaporkannya ke Ombudsman. Harusnya mereka melaporkan ke kita, kelurahan dan kecamatan mana, siapa oknumnya,” kata Tjahjo di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (2/8).

Adanya aksi pungli pembuatan KTP elektronik ini menurut dia merupakan hasil pendataan dari Ombudsman. Namun ke depan, ia mendorong agar masyarakat berani melaporkan tindakan oknum tersebut ke instansinya.

Kemendagri sendiri menyadari kalau pungli ini sangat perlu dicermati. Bahkan, ada daerah yang sudah menggunakan sistem yang baik, namun pungli tetap tak terhindari. Hal ini dianggap sebagai ulah oknum di lembaga pelayanan publik.

“Pemerintah sendiri telah banyak berupaya memberantas pungli. Rambu-rambu sudah ada, sistem sudah ada perbaikan, dan dibentuk tim terpadu,” ujar dia.

Ada juga yang membandingkan dengan Singapura, kata Tjahjo adalah dua perumpamaan yang sangat berbeda. Sebab, negara tersebut lingkupnya kecil, berbeda dengan Indonesia.

“Kita berusaha dengan revolusi mental serta penerapan Satgas Saber Pungli, KPK juga sudah turun ke bawah, TNI/Polri dan Kejaksaan Juga. Meski masih banyak kendala, tapi semangat sudah muncul," ucapnya.

Masalah pungli ini lanjut Tjahjo bukan hanya pungli kecil atau pungli besar tapi kembali kepada diri masing-masing individu. Bagi Kemendagri saat ini adalah memperbaiki sistem dan mempercepat pelayanan agar masyarakat mudah mengakses dan mudah mendapatkan KTP.

“Kita juga akan mengoptimalkan sumberdaya kita, meminta kepala daerah untuk jemput bola,” tegasnya.

Recent Posts

JPPI: SPMB 2026 Masih Gagal Menjamin Hak Pendidikan Anak

MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…

56 menit yang lalu

Kampanye Produk Dalam Negeri, Kemenperin Ajak Masyarakat Pakai Peralatan Sekolah Lokal

MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…

4 jam yang lalu

Gus Hery Silaturahim ke Murid Langsung KH Hasyim Asy’ari, Mohon Doa Restu Ikhtiar Maju sebagai Ketua Umum PBNU

MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…

5 jam yang lalu

Komisi II DPR Sebut RUU Adminduk Pertegas Transformasi Layanan, NIK Akan Jadi Identitas Tunggal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…

7 jam yang lalu

Masa Depan Indonesia Ditentukan oleh Keberanian Mengubah Paradigma Pembangunan dari Eksploitasi SDA ke Blue Economy

MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…

8 jam yang lalu

MoU Penghentian Perang AS-Iran Dinilai Rapuh

MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…

9 jam yang lalu