Categories: NASIONALPOLITIK

Pemerintah Cabut Blokir Telegram, Pengamat Acungi Jempol

MONITOR, Jakarta – Pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara bersama CEO Telegram, Pavel Durov, telah menghasilkan empat poin kesepakatan. Salah satunya, dalam minggu ini pemerintah akan mencabut kembali blokir terhadap 11 DNS Telegram.

Terkait hal itu, peneliti ektrimisme dan terorisme Maarif Institute Saefuddin Zuhri menilai bahwa langkah Kemenkominfo sudah tepat.

"Empat poin kesepakatan tersebut, langkah yang tepat," ujar Saefuddin Zuhri saat dihubungi Monitor, Rabu (2/8).

Dosen Ilmu Politik Universitas Krisnadwipayana ini menjelaskan, pemblokiran telegram tak cukup berpengaruh bagi aktifitas radikal sekelompok orang. Sebab, lanjut dia, masih banyak media lainnya yang bisa dipakai untuk berkomunikasi secara privat.

"Telegram itu hanya salah satu dari media komunikasi yang mereka pakai. Masih banyak media yang bisa digunakan untuk berkomunikasi yang privat, misalnya dalam game online," tuturnya.

Sebelumnya, peneliti yang akrab disapa Zuhri ini juga menolak langkah pemerintah memblokir jejaring media massa.

Sebab menurutnya, menutup media sosial tidak menyentuh akar permasalahan menyebarnya paham radikalisme. Bahkan upaya pemblokiran bisa menimbulkan masalah baru.

"Di era digital ini, semua orang bisa memanfaatkan media sosial. Jika pemerintah menutup akses (medsos), itu kontra produktif dengan jihad kami," tandas alumni Ilmu Politik Universitas Indonesia ini.

Recent Posts

Kemenperin Buka Pendaftaran Penghargaan RINTEK 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat langkah transformasi industri nasional melalui pengembangan dan…

1 jam yang lalu

Puan Dorong Pemerintah Beri Ketepatan Informasi Soal Hantavirus Demi Hindari Kepanikan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah memberi ketepatan dan kecepatan informasi…

4 jam yang lalu

Kemnaker Gandeng IKA FIKOM UNPAD Perkuat Komunikasi Publik Berbasis Data

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat strategi komunikasi publik agar kebijakan ketenagakerjaan lebih mudah…

5 jam yang lalu

Kementan: Peternak Rakyat Tetap Jadi Prioritas dalam Pengembangan Industri Ayam Nasional

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian menegaskan peternak rakyat tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri…

5 jam yang lalu

Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk…

19 jam yang lalu

Rusia, Victory Day, dan Mimpi Pax Russica

Oleh: Boy Anugerah* Setiap tanggal 9 Mei, Rusia melakukan “ritual” rutin kenegaraan yang diselenggarakan di Moskow…

20 jam yang lalu