MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta maaf secara terbuka kepada PDI Perjuangan. Permohonan maaf itu ditujukannya untuk sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri, dan seluruh jajaran kader PDIP.
Arief menyatakan, dirinya sama sekali tak berniat untuk menyamakan partai berlambang banteng moncong putih itu dengan PKI.
"Bersama ini terkait pemberitaan di beberapa di media massa yang menyebutkan pernyataan saya yang mengatakan, Wajar saja kalau PDIP disamakan dengan PKI karena menipu rakyat, dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat," demikian isi kutipan surat dan pernyataan Arief dalam keterangan tertulisnya, (1/8).
Meski berkali-kali menegaskan tak ada niat menyebut PDIP seperti PKI, tapi ia tetap melayangkan permohonan maaf. Apalagi ia mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Megawati.
"Saya tidak pernah mengatakan PDIP itu PKI. Saya itu bekas kader PDIP. Saya dekat dengan Ibu Mega, dan enggak mungkin saya mengatakan itu. PDIP itu bukan PKI," ujarnya.
Perlu diketahui, pernyataan Arief yang dipermasalahkan adalah, "wajar saja kalau PDIP sering disamakan dengan PKI, karena menipu rakyat." Pernyataan itu telah beredar luas di media massa.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat langkah transformasi industri nasional melalui pengembangan dan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah memberi ketepatan dan kecepatan informasi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat strategi komunikasi publik agar kebijakan ketenagakerjaan lebih mudah…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian menegaskan peternak rakyat tetap menjadi prioritas utama dalam pengembangan industri…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk…
Oleh: Boy Anugerah* Setiap tanggal 9 Mei, Rusia melakukan “ritual” rutin kenegaraan yang diselenggarakan di Moskow…