Categories: BERITAKRIMINAL

Dikira Rumah Penampungan WNA Ilegal, Pas Digrebek Ternyata…

MONITOR, Semarang – Polisi melakukan penggeledahan sebuah rumah di Jalan Kawi Raya Nomor 48, Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu malam (23/7), karena diduga menjadi tempat penampungan sejumlah warga negara asing asal China.

Penggeledahan itu dilakukan setelah ketua RT setempat melapor ke polisi, menyusul adanya dua warga negara asing yang diketahui kabur dari rumah tersebut dengan cara melompat tembok.

Setelah melakukan penggeledahan secara intensif, Polisi ternyata menemukan fakta lain dirumah tersebut. Ya, Rumah tersebut ternyata merupakan markas para WNA melakukan aksi kriminal penipuan jaringan internasional melalui pemanfaatan telepon seluler dan intenet.

Dari Penggeledahan tersebut pula, Polisi mengamankan puluhan telepon dan perangkat pendukung telekomunikasi lainnya. Polisi juga mengamankan tiga warga negara China yang berada di rumah tersebut.

"Dibawa ke mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko.

Untuk para orang asing itu, menurut dia, akan diperiksa lebih intensif karena kedapatan tidak memiliki dokumen keimigrasian.

Sementara untuk puluhan alat telekomunikasi yang diamankan, lanjut dia, polisi masih mendalami dugaan jaringan penipuan internasional yang menggunakan perangkat tersebut.

"Untuk sementara kelima WNA ini dijerat karena tidak memiliki dokumen keimigasian," katanya. (Ant)

Recent Posts

Rukun, Kompak dan Bahagia, Warga RT 03 Perumahan Muslim Alfalaah 3 Gelar Family Gathering

MONITOR, Cisarua - Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, warga Perumahan Muslim Alfalaah…

2 menit yang lalu

Pajak JHT Jadi Polemik, Legislator: Negara Harusnya Beri Rasa Aman ke Pekerja di Tengah Ancaman PHK

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti soal polemik pengenaan tarif pajak…

1 jam yang lalu

Komisi XIII DPR Soroti Pengadaan Gembok Ditjenpas yang Dalam 2 Tahun Capai Hingga Rp 92 M, Minta Ada Audit

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Pangeran Khairul Saleh menyoroti program pengadaann gembok…

2 jam yang lalu

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

13 jam yang lalu

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…

15 jam yang lalu

Puan Hormati Putusan MK Soal Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal…

15 jam yang lalu