Categories: EKONOMIPERBANKAN

Tingkatkan Pelayanan, Bank Banten Benahi Infrastruktur

MONITOR, Serang – PT. Bank Pembangunan Daerah Banten, Tbk. (Bank Banten) terus melakukan perbaikan layanan dengan melakukan penguatan infrastruktur. Infrastuktur yang saat ini sedang digenjot adalah penambahan ATM dan juga akses terhadap layanan perbankan khususnya di wilayah Banten.

Bank Banten meningkatkan akses transaksi dengan menambah jumlah ATM di ruang layanan publik seperti di Rumah Sakit, Kantor Pemerintahan yang melakukan pelayanan kepada masyarakat dan di pusat perbelanjaan serta mini market.

“Penambahan ATM sebanyak 22 unit pada bulan Juni 2017 dilakukan untuk mendukung komitmen kepada nasabah yaitu kemudahan transaksi perbankan. Total ATM yang dimiliki oleh Bank Banten hingga Juni 2017 adalah sebanyak 79 ATM yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Fahmi Bagus Mahesa, Plt Direktur Utama Bank Banten.

Selain penambahan ATM, Bank Banten juga telah mengoperasikan mobil kas keliling yang disebut Bank Banten SmartVan (Sarana Mobil Antar Transaksi). Bank Banten SmartVan dilengkapi dengan ATM melengkapi customer service dan teller yang ditugaskan untuk dapat melayani nasabah seperti di Kantor Cabang.

“Saat ini sudah beroperasi 5 unit SmartVan di wilayah Serang, Cilegon, Lebak, Tangerang dan Tangerang Selatan untuk melayani transaksi tunai dan non tunai. SmartVan ini dapat menjangkau wilayah yang belum terjangkau oleh kantor Bank Banten, sehingga nasabah dapat dengan mudah mengakses layanan kami,” tambah Fahmi.

Kelebihan lain yang dimiliki oleh Bank Banten adalah kemudahan bertransaksi karena ATM Bank Banten sudah bekerja sama dengan switching provider.

“Kartu ATM kami sudah bekerja sama dengan jaringan Prima, ATM Bersama, Asean Payment Network dan Union Pay sehingga bisa tarik tunai di ATM manapun, selain itu juga bisa digunakan sebagai kartu debit,” terang Fahmi.

Selain memberikan kemudahan, ATM Bank Banten juga sudah menggunakan chip sehingga lebih aman.

“ATM Bank Banten sudah memenuhi ketentuan OJK untuk penggunaan chip. Penggunaan chip ini lebih aman dibandingkan dengan magnetic stripes, karena dengan menggunakan chip data PIN ATM tidak bisa digandakan dan nasabah lebih terjamin keamanannya selama bertransaksi,” ujar Fahmi.

Hingga Juni 2017, jumlah kartu beredar Yang dimiliki Bank Banten sudah mencapai 58.000 kartu dengan jumlah transaksi 59.000 transaksi dan jumlah nominal transaksi sebanyak Rp.76 miliar. Sebagai BPD, Bank Banten terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan meningkatkan nilai kepada pemangku kepentingan dan pemegang saham dimana emiten berkode BEKS ini adalah satu dari 3 BPD yang memiliki status sebagai perusahaan terbuka.

Recent Posts

Kemnaker Siapkan Pelatihan Agroforestry untuk Perluas Peluang Kerja Warga Garut

MONITOR, Garut — Kementerian Ketenagakerjaan (Kementerian Ketenagakerjaan) menyiapkan pelatihan agroforestry terintegrasi bagi 500 warga Desa Karamatwangi,…

19 menit yang lalu

Mahasiswa Universitas Islam Depok Raih Penghargaan di Ajang International Conference Santri Mendunia 2026

MONITOR - Mahasiswa Universitas Islam Depok, Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Participant…

9 jam yang lalu

Waka Komisi IV DPR: Rehabilitasi Sawah Pascabencana Aceh-Sumatera Harus Jadi Strategi Perlindungan Produksi Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…

13 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Ada Ancaman Hukuman Bagi yang Beri Perlakuan Spesial ke Pelaku Pencabulan Santriwati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…

13 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…

21 jam yang lalu

FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Pascasarjana, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…

21 jam yang lalu