Categories: NASIONALPOLITIK

Novanto Tersangka, Cak Imin Disebut Berpeluang Besar Jadi Cawapresnya Jokowi

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Setya Novanto resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi KTP elektronik. Pada Senin (17/7) malam.

Seperti diketahui, Setya Novanto adalah Ketua Umum Partai Golkar yang notabene merupakan partai pendukung pemerintah Jokowi-JK saat ini. Nama Novanto sebenarnya juga telah diwacanakan sebagai kandidat calon wakil presiden mendampingi Jokowi dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Nah, dengan status tersangkanya Setya Novanto, menurut pengamat Politik yang juga direktur eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti, yang berpeluang mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019 dari internal koalisi sebagai cawapres antara lain adalah Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Namun, meski Muhaimin memiliki peluang tinggi, menurut Ray hal tersebut tidak akan mudah. Pasalnya PKB harus bekerja keras untuk mendulang suara pemilu dan pilkada khususnya di luar Jawa.

"Ya, yang berpeluang di internal parpol koalisi pendukung pemerintah pasca Setya Novanto dijadikan tersangka oleh KPK, memang Muhaimin Iskandar. Masalahnya, sanggupkah PKB kerja keras untuk meningkatkan elektabilitas Cak Imin sebagai cawapresnya Jokowi di 2019 itu," katanya di Jakarta, Selasa (18/7).

Ray menambahkan, ketika UU Pemilu nantinya diputuskan dengan ambang batas atau presidential threshold (PT) pencapresan itu 10 persen hingga 15  persen, maka setidaknya akan ada lima pasangan capres yang akan bertarung di Pilpres 2019, meskipun tambah Ray hal tersebut tidak menjadi alasan utama seseorang bisa nyapres atau tidak karena semua akan kembali pada elaktabilitas.

"Jadi, PKB harus kerja keras untuk meningkatkan elektabilitasnya Cak Imin tersebut. Memang, bisa disebut mewakili basis massa NU, juga harus mampu meyakinkan para kiai NU khususnya para kiai sepuh yang sangat disegani di NU. Selain itu, penyebaran basis massa di luar NU khususnya di luar Jawa," ujarnya.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

10 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

13 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

14 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

15 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

16 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

18 jam yang lalu