Categories: NASIONAL

Anang Hermansyah Minta Ristek Dikti Tata Ribuan PTS

MONITOR, Jakarta – Keberadaan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia saat ini mencapai 4.529. Keberadaan PTS tersebut mestinya dievaluasi oleh Kementerian Ristek Dikti. Karena jika tidak ada penataan, masyarkat yang akan dirugikan.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan keberadaan ribuan PTS se-Indonesia harus ditata secara serius oleh pemerintah melalui Kementerian Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi.

"Penataannya bisa melalui merger sebagaimana disuarkan Wapres Jusuf Kalla, atau jika tidak memenuhi kualifikasi sebagai perguruan tinggi, pemerintah jangan segan-segan untuk menutupnya. Karena yang jadi korban adalah masyarakat," ujar Anang di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (18/7/2017). 

Anang menyoroti kinerja Mensristek Dikti yang di awal menjabat sempat membuat gebrakan menutup sejumlah PT yang ditengarai tidak kualified dalam menyelenggarakan program pendidikan. Sinyalemen yang disuarakan Wapres JK, kata Anang, ada yang belum beres dalam kerja Menristek Dikti. "Jangan sampai ada kesan, aksi tutup PTS dulu itu hanya jadi ajang pencitraan Menteri saja. Persoalannya saat ini ada 4.529 PTS yang perlu ditata dan dibereskan," kata Anang. 

Lebih lanjut Anang mengatakan dari ribuan PTS tersebut mayoritas perguruan tinggi hanya terakreditasi C. Akreditasi A dan B, imbuh Anang, cukup minim. "Banyaknya PTS yang masih terakreditasi C ini sebenarnya bentuk kegagalan Kemenristek Dikti dalam melakukan pembinaan. Jika masih bebal, baiknya usul Pak JK yakni dimerger perlu dipili atau sekalian ditutup saja. Ini soal SDM anak bangsa, tidak boleh main-main," ujar Anang.

Musisi asal Jember ini menengarai keberadaan ribuan PTS ini tidak lebih menjadikan lembaga pendidikan seperti korporasi yang berorientasi untung tanpa memikirkan kualitas. "Jangan sampai mendirikan Perguruan Tinggi seperti mendirikan perusahaan yang memiliki atensi untuk mencari keuntungan. Ini tdiak boleh. Meski kita juga fair, tidak sedikit juga kualitas PTS tak kalah berkualitas dari PTN, ini yang harus terus dikembangkan," tandas Anang.⁠⁠⁠⁠

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

5 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

8 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

9 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

10 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

11 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

13 jam yang lalu