Categories: BERITAINTERNASIONAL

Pemerintah Baru Korsel Lontarkan Tawaran Perundingan Militer dengan Korut

MONITOR, Seoul – Korea Selatan mengusulkan perundingan militer dengan Korea Utara, Senin (17/7) sebuah tawaran formal pertama oleh pemerintahan Presiden Korsel Moon Jae-in untuk membahas cara-cara menghindari tindakan militer di kawasan perbatasan yang kini sangat termiliterisasi.

Belum ada respon langsung dari Korut terkait usulan perundingan itu. Kedua belah pihak secara teknis masih bersitegang dalam beberapa bulan ini. Namun pemerintah Korsel yang berkuasa sejak Mei tahun ini telah berjanji untuk melibatkan Korsel dalam dialog dan membawa tekanan guna menghambat program nuklir dan misilnya.

Tawaran tersebut muncul setelah Korut mengklaim telah melakukan uji coba pertama rudal balistik antar benua (ICBM) awal bulan ini, dan mengatakan telah mengasai teknologi untuk memasang hulu ledak nuklir pada rudal tersebut. Korsel bersama sekutu utamanya, Amerika Serikat membantah klaim tersebut.

"Pembicaraan dan kerjasama antara kedua Korea untuk mengurangi ketegangan dan membawa perdamaian di semenanjung Korea akan berperan penting untuk mendorong siklus saling menguntungkan bagi hubungan antar Kora dan masalah nuklir Korea Utara," kata Menteri Unifikasi Selatan Cho Myoung-Gyon seperti dilansir Reuters.

Kementerian Pertahanan Korsel mengusulkan pembicaraan dengan Korut pada 21 Juli di Tingilgak untuk menghentikan semua kegiatan yang memicu ketegangan ada garis demarkasi militer antar kedua negara.

Tongilgak adalah sebuah bangunan di Korea Utara, terletak di desa gencatan sencata Panmunjom, sebuah kawasan perbatasan yang digunakan untuk pembicaraan antar Korea sebelumnya. Perundingan terakhir diadakan Desember 2015 lalu.

Chou juga mendesak pemulihan hotline militer dan pemerintah di seberang perbatasan, yang secara teknis telah diputus oleh Korut tahun lalu sebagai tanggapan atas Korsel yang memberlakukan sanksi ekonomi setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir. Secara keseluruhan Korut telah melakukan lima uji coba nuklir dan sejumlah uji coba rudal.

Korsel juga mengusulkan perundingan terpisah oleh organisasi Palang Merah negara-negara tetangga untuk memulai kembali sebuah proyek kemanusiaan untuk menyatukan kembali keluarga-keluarga yang terpisah selama Perang Korea 1950-1953 dengan pengawasan ketat selama beberapa hari.

Palang Merah Korsel menyarankan agar perundingan diadakan pada 1 Agustus tahun ini.

Recent Posts

Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara 2026, Puan: Polri Harus Terus Buktikan Komitmen Sebagai Pelayan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun…

3 jam yang lalu

Kasus Dokter di NTT, Komisi IX DPR: Tenaga Kesehatan Harus Dilindungi dari Intimidasi dan Didukung Kesehatan Jiwanya

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan duka cita mendalam…

3 jam yang lalu

DPR Desak Pemerintah Konkretkan Formula Pembiayaan PPPK di Daerah Melalui APBN

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin meminta pemerintah pusat untuk segera mengkonkretkan…

5 jam yang lalu

HUT Bhayangkara ke-80: Analis: Kepercayaan Publik Jadi Modal Kuat Polri Kawal Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

MONITOR, Jakarta - Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro…

13 jam yang lalu

Puan Imbau Latihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Fokus Pada Manajerial Saja

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…

1 hari yang lalu

Menghidupkan Kembali ‘Roh’ Keikhlasan Guru di Tengah Badai Administrasi Digital

Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…

1 hari yang lalu