Categories: NASIONALPOLITIK

HTI: Justru Pemerintah Tidak Terapkan Pancasila dan Rubah UUD 1945

MONITOR, Jakarta – Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Rokhmat S. Labib mempertanyakan maksud isi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 tahun 2017 yang dimaksud dengan menganut, mengembangkan dan menyebarkan ajaran dan paham yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Menurut dia, hal itu tidak jelas. Meskipun disitu disebutkan tentang ateisme,  komunisme, leninisme dan paham lain yang akan mengganti Pancasila dan UUD 1945. 

"Ini jelas bermasalah, apa yang disebut dengan paham yang akan mengubah dan mengganti UUD 1945, bukankah UUD 1945 sudah diganti? Empat kali diubah. Bukankah mereka (pemerintah) yang sesungguhnya mengubah?" kata Rokhmat di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Begitu juga, lanjut dia, saat ini ideologi Pancasila telah diganti oleh penyelenggara negara sendiri. Menurutnya, yang saat ini diterapkan di Indonesia bukanlah Pancasila, tetapi ideologi kapitalisme dan liberalisme. 

"Ini yang jelas terjadi. Lebih dari 70 Undang-Undang (UU) dibuat oleh asing yang semua itu adalah UU yang bercorak liberal. Mengapa ini tidak disebut sebagai yang bertentangan dengan Pancasila?" ungkapnya. 

Oleh karenanya, terang dia, tafsir terkait siapa yang bertentangan dengan Pancasila dibutuhkan. Dan jika diberikan tafsir kepada pemerintah, maka yang terjadi adalah kesewenang-wenangan. 

"Maka jika diberikan (tafsirnya) kepada pemerintah, jelas ini akan memunculkan pemerintah yang diktator. Seperti dikatakan Yusril Ihza Mahendra bahwa perppu ini lebih kejam dari kolonial Belanda, Orla dan Orba. Mengapa?  Karena disitu disebutkan ada hukuman pidana kepada orang-orang yang menjadi anggota dan pengurus," tuturnya. 

"Dalam perppu itu disebutkan bahwa setiap orang yang menjadi anggota dan pengurus ormas yang melanggar pasal sekian, itu dihukum dengan hukuman pidana atau penjara seumur hidup paling sedikit 5 tahun," pungkasnya.

Recent Posts

Mahasiswa Universitas Islam Depok Raih Penghargaan di Ajang International Conference Santri Mendunia 2026

MONITOR - Mahasiswa Universitas Islam Depok, Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Participant…

6 jam yang lalu

Waka Komisi IV DPR: Rehabilitasi Sawah Pascabencana Aceh-Sumatera Harus Jadi Strategi Perlindungan Produksi Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…

10 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Ada Ancaman Hukuman Bagi yang Beri Perlakuan Spesial ke Pelaku Pencabulan Santriwati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…

10 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…

18 jam yang lalu

FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Pascasarjana, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…

18 jam yang lalu

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…

19 jam yang lalu