Categories: NASIONALPOLITIK

Utang Negara Merajalela, Aktivis ini Tuding Sri Mulyani sebagai Biang Kerok

MONITOR, Jakarta – Situasi ekonomi yang terjadi hari ini dengan utang yang segunung sudah dapat diprediksi dari awal. Pasalnya, ada kesalahan fundamental pemerintah saat awal menjabat, yakni mencabut subsidi BBM yang terang saja memukul sektor riel.

Begitu dikatakan Koordinator Presidium Pergerakan, Andrianto, menanggapi kondisi ekonomi Indonesia belakangan ini,  di Jakarta, Jumat (14/7).

"Akibatnya fatal, daya beli melemah, yang berarti menihilkan roda pembangunan," ujar Andrianto.

Lalu, tambah Andrianto, praktek-praktek yang tidak fokus dan konsisten. Misalnya kabinet ramping dan profesional, sangat jauh dari harapan. Akibatnya resonansi publik lenyap, sentimen positif melayang.

Dan berujung rupiah melemah sampai detik ini.

"Nafsu tanpa konsep yang jelas soal infrastruktur akibatnya butuh pembiayaan yang tidak kecil. APBN yang tiris tidak bisa diharapkan, swastapun ogah melihat kinerja yang bak orkestra tapu nihil konduktornya," tambah dia.

Dalam kondisi seperti itu, terang dia, lagi-lagi putusan keliru yang diambil oleh pemerintah, yakni utamg. 

"Nah yang punya duit kan Amerika lewat World Banknya (WB). Jadi patut disimpulkan keberadaan Sri Mulyani (SMI) sesungguhnya sebagai Collateral utang WB," ucapnya. 

Andrianto menilai, SMI jelas figur bermasalah, yang terkait Skandal Century Rp 6,7 Triliun dan namanya disebut Pansus Century 2011 sehingga ditendang dari kabinet Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

"Jadi SMI ini jelas mewakili wajah neo liberalis. Konsepnya jelas potong subsidi. Kejar pajak demi tersedianya loan untuk bayar utang. Makanya banyak dipuji media dan lembaga internasional," imbuh dia. 

"Jadi  bisa ditebak, sulit rejim Jokowi  ini keluar dari krisis bila SMI dipertahankan di kabinet," tandasnya. 

Recent Posts

Mahasiswa Universitas Islam Depok Raih Penghargaan di Ajang International Conference Santri Mendunia 2026

MONITOR - Mahasiswa Universitas Islam Depok, Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Participant…

14 menit yang lalu

Waka Komisi IV DPR: Rehabilitasi Sawah Pascabencana Aceh-Sumatera Harus Jadi Strategi Perlindungan Produksi Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…

4 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Ada Ancaman Hukuman Bagi yang Beri Perlakuan Spesial ke Pelaku Pencabulan Santriwati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…

4 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…

12 jam yang lalu

FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Pascasarjana, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…

12 jam yang lalu

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…

12 jam yang lalu