Categories: HANKAMNASIONAL

Pelaksanaan Haji 2017, WHO Peringatkan Penyebaran Epidemi Kolera

MONITOR – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan soal penyebaran Epidemi kolera di Yaman yang telah menginfeksi lebih dari 332.000 orang dan dapat menyebar selama pelaksaan ibadah haji di Arab Saudi pada September mendatang, 

Menurut WHO, ibadah haji menarik jumlah 2-4 juta muslim setiap tahunnya, termasuk 1,5-2 juta pendatang dari luar negeri yang dapat meningkatkan risiko wabah penyakit seperti demam berdarah, demam kuning, virus Zika dan penyakit meningokous serta kolera.

Dominique Legros, ahli kolera WHO mengatakan Arab Saudi belum pernah mengalami wabah kolera bertahun-tahun berkat pengawasan intensif dan tes yang dilakukan sedini mungkin untuk mendeteksi kasus lebih awal.

"Jangan lupakan hari ini kita berbicara tentang Yaman, tetapi mereka menerima jemaah dari banyak negara endemik, dan mereka berhasil untuk menekan wabah penyakit. Intinya dengan memastikan kondisi tenpat tinggal dan akses air pada khususnya, berada di tempat yang higienis," ujarnya dalam sesi pengarahan reguler PBB.

"Menurut saya, mereka telah mempersiapkannya secara baik," tambahnya.

Masa inkubasi penyakit yang disebarkan melalui konsumsi makanan kotor dan mengakibatkan diare akut berlangsung dalam hitungan jam. Setelah mulai gejala, kolera bisa membunuh dalam beberapa jam jika pasien tidak ditangani dengan tepat.

"Sayangnya, masyarakat dengan gejala itu terbilang sedikit, karena 80 persen pasien tidak menunjukkan gejala penyakit," ujar Legros.

"Itulah sebabnya kami menyarankan negara-negara untuk tidak melakukan penyisiran di bandara pada pasien. Arab Saudi tidak melakukannya. Secara teknis percuma saja," tambahnya.

PBB menyalahkan pihak yang berperang di Yaman dan sekutu internasionalnya, termasuk Arab Saudi, dalam memicu wabah kolera selama 11 minggu, yang membuat jutaan orang kelaparan dan terhalangnya akses bantuan.

WHO telah meluncurkan program perawatan darurat berdasarkan sisa-sisa sistem kesehatan Yaman yang hancur untuk mencoba dan menangkap kasus wabah baru lebih awal dan menghentikan penyebaran penyakit secara eksplosif.

Dikutip dari Reuters, Jumlah dari kasus terbaru terus meningkat sekitar 6.000 per hari, namun jumlah kematian tampaknya melambat secara dramatis. 

Sedangkan tingkat kematian telah merosot dari 20-49 orang dalam beberapa pekan terakhir menjadi rata-rata 9 orang per hari dalam enam hari terakhir. (Ant) 

Recent Posts

Respon Pidato Prabowo, Prof Rokhmin: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berujung pada Lapangan Kerja dan Kesejahteraan

MONITOR, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam…

46 menit yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Standar Layanan Publik bagi Pengusaha UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat standar pelayanan publik untuk…

1 jam yang lalu

Naskah Doa Menag dalam Sidang Tahunan-Sidang Bersama 2026

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang…

7 jam yang lalu

Kemenhaj Turun Tangan Lindungi 33 Jemaah Umrah Gagal Berangkat di Bandara Soetta

MONITOR, Tangerang - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33…

8 jam yang lalu

Kemnaker Siapkan Talenta Muda untuk Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja

MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi…

10 jam yang lalu

17 OTT KPK Jadi Alarm Demokrasi, LSAK Dorong Pembenahan Sistem Pilkada

MONITOR, Jakarta — Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) menilai 17 operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan…

11 jam yang lalu