MONITOR, Jakarta- Ketua Umum PNI Marhaenisme, Sukmawati Soekarnoputri menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siradj di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Lamis (13/7).
Kedatangan Sukmawati adalah dalam rangka silaturahmi antara kelompok nasionalis dan religius seperti seperti yang telah dilakukan sejak sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan.
""Kunjungan ini adalah silaturahmi kepada ketua umum PBNU, melanjutkan lagi sambungan cerita sejarah dari dahulu, dari sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan juga, dimana kita sama-sama kaum nasionalis dan dari PBNU, masyarakat NU bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan dan juga untuk mengisi kemerdekaan," kata Sukmawati.
Sukmawati juga mengaku, kedatangannya ke PBNU untuk menyatukan langkah bersama mendukung penuh pemerintah yang telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2/2017 tentang Perubahan atas UU No. 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).
"Kita juga mendukung adanya Perppu pembubaran ormas-ormas yang radikal, yang anti Pancasila," ujar putri Bung Karno itu.
Sukmawati menegaskan, gejala-gejala radikalis itu harus dibersihkan. Karena karena kelompok radikal tidak mau mengisi kemerdekaan yang sudah diperjuangkan dari sebelum tahun 1945.
"Jadi kita dari kaum nasionalis dan kaum relijius kita sama-sama mengisi kemerdekaan dengan baik," pungkasnya.
MONITOR, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat standar pelayanan publik untuk…
MONITOR, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang…
MONITOR, Tangerang - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33…
MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi…
MONITOR, Jakarta — Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) menilai 17 operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan…