Categories: NASIONALPOLITIK

Bupati Kukar Rita Widyasari Dianugerahi Tokoh Utama Penggerak Koperasi

MONITOR, Makassar – Sukses dalam memberikan pembinaan terhadap keberadaan koperasi yang ada di daerah. Dewan Koperasi Nasional (Dekopin) menobatkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Hj. Rita Widyasari, Ph.D sebagai Tokoh Utama Penggerak Koperasi Nasional tahun 2017.

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid kepada Rita Widyasari, disaksikan Presiden RI Joko Widodo bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aagn Puspayoga, serta Gubernur Sulsel Sahrul Yasin Limpo dalam peringatan hari koperasi nasional (Harkopnas) ke-70 dilapangan Karebosi Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (12/7/2017).

“Alhamdulillah, hari ini saya menerima penghargaan sebagai Tokoh Utama Penggerak Koperasi Nasional. Tentunya ini menjadi suatu kebanggaan bagi kabupaten Kutai Kartanegara di kancah Nasional,” kata Rita usai menerima penghargaan.

Menurut Rita, apa yang telah diberikan oleh Dewan Koperasi Nasional sebagai tantangan tersendiri dalam mengembangkan koperasi lebih baik lagi, tidak hanya di Kutai Kartanegara secara umum Kalimantan Timur.

“Penghargaan ini sebuah tantangan bagi saya, untuk terus berbuat lebih dalam melakukan pembinaan koperasi dan menjadikan masyarakat hidup sejahtera adil dan merata,” ujarnya.

Sementara itu Mentri Koperasi RI Puspayoga mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya memberikan yang terbaik bagi seluruh koperasi di Indonesia melalui program reformasi koperasi.

“Program ini digulirkan agar menghasilkan koperasi yang berkualitas disetiap daerah, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), Kewirausahaan dan Bisnis e-Commerce,” katanya.

Ditambahkan Puspayoga, berdasarkan Data Kementerian Koperasi dan UKM dan BPS menyebutkan bahwa kontribusi koperasi terhadap PDB Nasional pada 2013 sebesar 1,71 persen. Dan dalam era Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi-JK, terus mengalami peningkatan yang signifikan hingga pada tahun 2016 tercatat 3,99 persen.

“Ini artinya, kontribusi koperasi diperhitungkan berdasarkan anggota yang merupakan pemilik, sekaligus pengguna diperkiarakan kontribusi terhadap PDB Nasional pada 2013 mencapai 15,27 persen. Sedangkan tahun 2016, PDB Nasional 20,71 persen dengan total kontribusi mencapai sebesar 24,70 persen,” Pungkas Menkop

Recent Posts

Waka Komisi IV DPR: Rehabilitasi Sawah Pascabencana Aceh-Sumatera Harus Jadi Strategi Perlindungan Produksi Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…

3 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Ada Ancaman Hukuman Bagi yang Beri Perlakuan Spesial ke Pelaku Pencabulan Santriwati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…

3 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…

11 jam yang lalu

FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Pascasarjana, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…

11 jam yang lalu

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…

11 jam yang lalu

Kementan Perkuat Stabilitas Harga Telur, Asosiasi Pastikan Kondisi Peternak Tetap Kondusif

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus mempercepat…

12 jam yang lalu