Categories: EKONOMIKEUANGAN

Buka Rekening WNI, Singapura Ajukan Syarat

MONITOR, Jakarta – Kerja sama multilateral Automatic Exchange of Information (AEoI) di Hamburg, Jerman, pekan lalu menghasilkan keputusan Singapura menyatakan siap melakukan kerja sama pertukaran informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan dengan Indonesia

Meski begitu, Singapura meminta satu syarat. Pertukaran informasi keuangan bisa dimulai bila Indonesia menunjukan aturan yang dibutuhkan untuk implementasi Common Reporting Standard (CRS) kepada Singapura.

"Dan kebutuhan untuk menjaga kerahasiaan dan perlindungan atas data yang dipertukarkan," seperti dikutip dari keterangan pers Kementerian Keuangan Singapura, Jakarta, Rabu (12/7/2017).

Dilansir dari kompas, Menurut Singapura, kerahasiaan dan perlindungan atas data yang dipertukarkan sangat penting. Hal ini juga prasyarat internasional yang ditetapkan oleh Global Forum on Transparency and Exchange of Information for Tax Purposes.

Meski begitu, Singapura menyatakan bahwa pihaknya telah bekerja dengan cukup intens dengan Indonesia untuk memastikan kedua belah pihak bisa memulai pertukaran informasi secara resiprokal.

Selain itu, Singapura juga menyatakan bahwa Indonesia telah masuk ke dalam daftar mitra usai menandatangi Multilateral Competent Authority Agreement (MCAA) terkait AEoI di Hamburg.

Di Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ia akan terus menjalin komunikasi dengan Singapura untuk menindaklanjuti hal ini.

Sementara itu, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan akan menjalin komunikasi lanjutan dengan otoritas pajak Singapura. Ia berharap Indonesia dan Singapura bisa meneken kerja sama perpajakan secara bilateral pada Juli ini.

Dengan begitu maka kedua pihak bisa saling bertukar informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Singapura adalah negara yang menjadi favorit WNI menyimpan hartanya. Berdasarkan studi Mckinsey, terdapat 250 miliar dollar AS atau Rp 3.250 triliun kekayaan konglomerat Indonesia di luar negeri.

Dari angka itu, terdapat Rp 2.600 triliun yang disimpan di Singapura yang berupa deposito, modal, dan fixed income.

Sementara, jumlah deklarasi aset luar negeri dan repatriasi yang diungkap melalui program tax amanesty, hanya Rp 1.183 triliun. Artinya, masih cukup besar harta WNI di luar negeri yang belum dilaporkan kepada negara.

Recent Posts

Waka Komisi IV DPR: Rehabilitasi Sawah Pascabencana Aceh-Sumatera Harus Jadi Strategi Perlindungan Produksi Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…

2 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Ada Ancaman Hukuman Bagi yang Beri Perlakuan Spesial ke Pelaku Pencabulan Santriwati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…

2 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…

10 jam yang lalu

FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Pascasarjana, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…

10 jam yang lalu

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…

10 jam yang lalu

Kementan Perkuat Stabilitas Harga Telur, Asosiasi Pastikan Kondisi Peternak Tetap Kondusif

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus mempercepat…

11 jam yang lalu