Categories: EKONOMIKEUANGAN

Sri Mulyani Ingatkan Pentingnya Sistem Perpajakan

MONITOR, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membuka acara Konferensi Tingkat Tinggi Bersama Dana Moneter Internasional/International Monetary Fund (IMF)-Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta pada Rabu (12/07). Pada kegiatan ini  Menkeu memaparkan mengenai pentingnya penyelenggaraan acara ini tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi negara-negara di dunia. 

Menurutnya, penguatan sistem perpajakan merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan pembangunan negara. 

"Kebijakan pendapatan dalam negeri yang baik serta kerja sama internasional di bidang perpajakan dapat menciptakan sumber penerimaan negara yang berkelanjutan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya penerimaan negara yang berkelanjutan akan memungkinkan Pemerintah untuk mencapai 2030 Sustainable Development Goals," ujar Menkeu di acara yang bertemakan "International Taxation in Asia: Issues and The Way Forward".

Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa penguatan mobilisasi sumber daya domestik tidak hanya mengenai meningkatkan penerimaan negara bagi pemerintah tetapi sistem perpajakan yang didesain dengan baik dapat mengembangkan inklusivitas, mendorong pemerintahan yang baik, mengembangkan investasi dan penciptaan lapangan kerja, pemerataan kesejahteraan serta meningkatkan keadilan sosial.

Menkeu juga menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan forum bagi para pembuat kebijakan untuk membahas berbagai masalah termasuk pentingnya reformasi perpajakan internasional. Era globalisasi membuat dunia membutuhkan adanya peraturan baru dan kerja sama dalam menghadapi tantangan perpajakan internasional, seperti aktivitas bisnis digital yang memungkinkan perusahaan memalsukan daerah asal untuk memanipulasi pajak.

"Adanya celah pada sistem pajak domestik telah menciptakan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan maupun individual berpendapatan tinggi untuk memanfaatkannya. Hal ini tidak baik, tidak hanya untuk penerimaan negara tetapi juga merusak rasa keadilan. Ini merupakan perhatian utama saat Saya kembali ke Indonesia dan (juga) para pemimpin dunia di G20," jelas Menkeu. 

Recent Posts

Naskah Doa Menag dalam Sidang Tahunan-Sidang Bersama 2026

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang…

5 jam yang lalu

Kemenhaj Turun Tangan Lindungi 33 Jemaah Umrah Gagal Berangkat di Bandara Soetta

MONITOR, Tangerang - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33…

6 jam yang lalu

Kemnaker Siapkan Talenta Muda untuk Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja

MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi…

8 jam yang lalu

17 OTT KPK Jadi Alarm Demokrasi, LSAK Dorong Pembenahan Sistem Pilkada

MONITOR, Jakarta — Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) menilai 17 operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan…

9 jam yang lalu

Kemenkop Tegaskan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi Siapkan Dukungan Pembiayaan

MONITOR, Musi Banyuasin – Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Periksa Bos PT TAS Akibat 120 Jemaah Gagal Berangkat dan 38 Jemaah Terkendala Kepulangan

MONITOR, Banjarmasin - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memeriksa PT TAS terkait dugaan pelanggaran penyelenggaraan perjalanan…

1 hari yang lalu