Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Pembangunan Berkelanjutan menjadi komitmen G20 terhadap Agenda 2030

Monitor,Jakarta- Dalam KTT G20 di Hamburg, Jerman Jumat (7/7) Indonesia mengingatkan komitmen para pemimpin negara G20 terhadap komitmen Agenda 2030 yaitu terkait pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.

Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Indonesia menyampaikan komitmen tinggi dalam pelaksanaan Agenda 2030. 

Presiden Joko Widodo mengaku telah mengambil dan memimpin langsung berbagai langkah guna memastikan pelaksanaan Agenda 2030.

seperti yang dilansir dalam antara, saat berbicara di Leaders Retreat Sesi II, KTT G20 di Hamburg Jerman, Jumat (7/7), Presiden Jokowi secara sekaligus menyampaikan dua tema, yakni tentang (i) perdagangan global dan pertumbuhan, serta (ii) pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, dan ketahanan energi.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Indonesia menyampaikan komitmen tinggi dalam pelaksanaan Agenda 2030. Presiden Jokowi mengaku telah mengambil dan memimpin langsung berbagai langkah guna memastikan pelaksanaan Agenda 2030.

Selain itu, Indonesia juga akan menggunakan forum PBB di minggu yang akan datang untuk melaporkan implementasi Agenda 2030 melalui Voluntary National Review.

Dalam KTT G20, Presiden Jokowi juga menyampaikan kembali komitmen Indonesia terhadap implementasi Paris Agreement. 

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, Indonesia akan menjadi bagian dari solusi dengan melakukan berbagai langkah antisipasi perubahan iklim antara lain dengan memperpanjang moratorium pembukaan lahan baru.

Selain itu membentuk Badan Restorasi Gambut untuk memperbaiki dua juta hektare gambut dalam lima tahun, dan memperkuat upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

"Indonesia juga melakukan pengurangan sampah dengan reduce-reuse-recycle sebesar 30 persen pada tahun 2025 dan menetapkan target mengurangi sampah plastik laut (marine plastic debris) sebesar 70 persen hingga tahun 2025," ujar Presiden Jokowi.

Sementara dalam proses transisi energi, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia bekomitmen memperbesar porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional dan meningkatkan penggunaan biofuels dengan tetap berkomitmen pada mitigasi perubahan iklim.

Di akhir sambutannya, Presiden menegaskan agar negara-negara G20, tidak mundur dari komitmen Agenda 2030 yakni tentang pengendalian perubahan iklim dan transisi energi.

Pertukaran data

Sementara untuk tema perdagangan bebas dan pertumbuhan, satu fokus yang disampaikan oleh Indonesia adalah mengenai reformasi pajak.

Indonesia mengapresiasi upaya OECD dan Negara G20 dalam mengatasi "Base Erosion Profit Shifting (BEPS)", memfasilitasi Automatic Exchange of Information_ (AEOI)", dan mengimplementasikan "Multilateral Instrument (MLI)". 

Menurut Presiden Jokowi, semua harus memastikan bahwa AEOI dapat mengembalikan kewajiban wajib pajak ke negaranya dan memastikan pertukaran data yang memberikan manfaat. 

"Indonesia baru menyelesaikan program tax amnesty sebagai bagian reformasi perpajakan. Dari 366 miliar dolar AS aset yang diungkap, sekitar 21 persen adalah aset yang disembunyikan di luar negeri," ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam Leaders Retreat sesi II tersebut adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Recent Posts

Naskah Doa Menag dalam Sidang Tahunan-Sidang Bersama 2026

MONITOR, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang…

3 jam yang lalu

Kemenhaj Turun Tangan Lindungi 33 Jemaah Umrah Gagal Berangkat di Bandara Soetta

MONITOR, Tangerang - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memastikan hak dan pelindungan 33…

4 jam yang lalu

Kemnaker Siapkan Talenta Muda untuk Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja

MONITOR, Bekasi — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan talenta muda agar mampu mengembangkan gagasan dan inovasi…

6 jam yang lalu

17 OTT KPK Jadi Alarm Demokrasi, LSAK Dorong Pembenahan Sistem Pilkada

MONITOR, Jakarta — Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) menilai 17 operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan…

7 jam yang lalu

Kemenkop Tegaskan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, LPDB Koperasi Siapkan Dukungan Pembiayaan

MONITOR, Musi Banyuasin – Kementerian Koperasi Republik Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Periksa Bos PT TAS Akibat 120 Jemaah Gagal Berangkat dan 38 Jemaah Terkendala Kepulangan

MONITOR, Banjarmasin - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memeriksa PT TAS terkait dugaan pelanggaran penyelenggaraan perjalanan…

1 hari yang lalu