Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Yudi Latief: Pancasila itu adalah Titik Temu

MONITOR, Jakarta – Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latief melantik 3 (tiga) orang Deputi yang akan membantu struktur organisasi UKP-PIP, di aula Serba Guna, Gedung III Lantai 1 Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta. Rabu (5/7) pagi.

Ketiga deputi yang dilantik berdasarkan salinan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor: 74/TPA Tahun 2017 tentang Pengangkatan Deputi di Lingkungan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) tertanggal 16 Juni 2017 itu adalah: 1.  Dr. Anas Saidi sebagai Deputi Bidang Pengkajian dan Materi; 2. Prof. Dr. Hariyono, M. Pd sebagai Deputi Bidang Advokasi; dan 3. Dr. Silverius Yoseph Soeharso, Spsi., S.E., M.M sebagai Deputi Pengendalian dan Evaluasi.(UKP-PIP).

Libatkan Semua

Dalam acara yang dihadiri oleh Dewan Pengarah UKP PIP: Try Sutrisno, Sudhamek, dan Wisnu B. Tenaya itu, Kepala UKP PIP  Yudi Latief mengatakan, bahwa Pancasila itu tentang kita, dari kita, dan untuk kita.  Oleh karena itu, cara mengembangkannya sebenarnya tidak bisa hanya mengandalkan unit ini.

“Indonesia terlalu besar hanya untuk diurus oleh UKP-PIP tapi harus melibatkan peran serta, gotong royong semua komunitas,” terang Yudi.

Menurut Yudi, bahwa Pancasila itu adalah titik temu kita di mana semua warna bisa bersatu. Mengutip Bung Karno, ia menyebutkan, Pancasila itu seperti meja statis,  unsur-unsur yang menyatukan kita, yang memungkinkan segala keragaman itu bisa menyatu.

Pancasila, lanjut Kepala UKP PIP itu, juga merupakan titik pijak kita yang disebut sebagai dasar filsafat atau dasar negara di mana rumah Indonesia ini didirikan. Tapi sekaligus Pancasila ini titik tuju atau yang disebut dengan next star, bintang penuntun kemana bangsa ini harus diarahkan.

Oleh karena itu, tegas Yudi, tanpa penguatan Pancasila, kita kehilangan simbol persatuan, kita juga kehilangan dasar kita berpijak, kita enggak tahu bangsa ini diarahkan kemana kalau ada masalah dalam kebangsaan kita.

“Sebenarnya merupakan kritik juga, Pancasila selama ini barangkali belum kita pahami, kita hayati, dan kita amalkan secara sungguh-sungguh,” ujar Yudi.

Kepala UKP-PIP itu juga mengingatkan beberapa ungkapan dari para pendiri bangsa, di satu sisi Pancasila itu menjadi pedoman perilaku para penyelenggara negara, sementara di dalam pokok pikiran keempat pembukaan UUD 1945 dikatakan bahwa negara berdasarkan Ketuhanan Yang maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, menghendaki adanya undang-undang yang mewajibkan para penyelenggara negara untuk menjunjung cita-cita kemanusiaan dan cita-cita moral rakyat yang luhur.

“Jadi Pancasila jadi kode perilaku para penyelenggara negara. Tetapi di saat yang sama, Pancasila juga sebagai pandangan hidup, laku hidup, pendirian hidup di tengah-tengah masyarakat,” tegas Yudi.

Maka Seperti Profesor Soepomo jauh sebelum John F. Kennedy, Kepala UKP PIP Yudi Latief mengatakan, di dalam alam Pancasila warga negara jangan selalu nanya apa yang dapat diberikan negara pada rakyatnya, tetapi tanyakan apa yang dapat dilakukan warga negara terhadap bangsa ini.

Yudi berharap pelantikan ketiga deputi Kepala UKP PIP itu merupakan starting point yang baik. Ia mengemukakan, sudah secara bersungguh-sungguh memilih scholar-scholar terbaik di bidangnya masing-masing untuk melengkapi unit ini supaya bisa bekerja secara lebih komplementer, saling mendukung.

Recent Posts

Perkuat Sinergi, LPPM UID dan UIN Jakarta Jajaki Kolaborasi Riset Strategis

MONITOR, Tangerang Selatan – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Depok (UID)…

3 jam yang lalu

Inabuyer 2026 Dorong UMKM Naik Kelas lewat Akses Pasar dan Penguatan Pembiayaan

MONITOR, Jakarta - Ajang Inabuyer 2026 yang digelar di Gedung SMESCO Jakarta pada 5–7 Mei…

3 jam yang lalu

Empat Dokter Internship Meninggal Diduga Karena Beban Kerja, Komisi IX DPR Dorong Pembentukan Tim Investigasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan duka mendalam atas…

3 jam yang lalu

Penataan Ruang Laut jadi Fondasi Kesejahteraan Nelayan Berkelanjutan

MONITOR, Cirebon - Penataan ruang laut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sistem perikanan tangkap…

3 jam yang lalu

Menperin dan Menkeu Akselerasi Pertumbuhan Manufaktur

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat sinergi kebijakan lintas sektor guna mendorong kinerja industri…

4 jam yang lalu

Indonesia Perkuat Kerja Sama Industri dengan Rusia

MONITOR, Jakarta - Sebagai tindak lanjut dari kegiatan business matching yang telah dilaksanakan di Moskow pada 8 Desember…

8 jam yang lalu